Dua BUMD Lampung Ini Sedang Diaudit Pemprov
Sekda Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto.(Dok)
Kupastuntas.co,Bandar Lampung-
Pemerintah Provinsi Lampung sedang mengaudit kinerja pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti PT Lampung Jasa Utama dan PT Wahana Rahardja.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto mengatakan, audit tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan pada struktur bisnis dan perbaikan internal perusahaan sehingga kinerjanya bisa meningkat.
"Oleh kerena peluangnya banyak betul, peluang itu tidak akan bisa diambil kalau mesin bisnisnya tidak sehat. Kita dandani dulu," ujar Fahrizal, saat diwawancarai di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Kamis (05/12/2019).
Khusus pada PT Wahana Rahardja yang sangat mengharapkan adanya penambahan penyertaan modal dari Pemprov Lampung, ia mengatakan, penambahan modal akan diberikan sesuai potensinya dan sesuai kemampuan perusahaan itu dalam memanfaatkan modal tersebut.
"Sehingga modal itu benar-benar efektif untuk meningkatkan nilai tambah, membangun bisnis. Kita perbaiki dulu, kalau dia sudah sehat gampang kok (menambah penyertaan modal)," kata dia. (Erik)
Berita Lainnya
-
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026 -
Eva Dwiana Perintahkan Pendataan Pendatang dan Sidak Tempat Hiburan di Bandar Lampung
Rabu, 13 Mei 2026
Kupastuntas.co,Bandar Lampung-
Pemerintah Provinsi Lampung sedang mengaudit kinerja pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti PT Lampung Jasa Utama dan PT Wahana Rahardja.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto mengatakan, audit tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan pada struktur bisnis dan perbaikan internal perusahaan sehingga kinerjanya bisa meningkat.
"Oleh kerena peluangnya banyak betul, peluang itu tidak akan bisa diambil kalau mesin bisnisnya tidak sehat. Kita dandani dulu," ujar Fahrizal, saat diwawancarai di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Kamis (05/12/2019).
Khusus pada PT Wahana Rahardja yang sangat mengharapkan adanya penambahan penyertaan modal dari Pemprov Lampung, ia mengatakan, penambahan modal akan diberikan sesuai potensinya dan sesuai kemampuan perusahaan itu dalam memanfaatkan modal tersebut.
"Sehingga modal itu benar-benar efektif untuk meningkatkan nilai tambah, membangun bisnis. Kita perbaiki dulu, kalau dia sudah sehat gampang kok (menambah penyertaan modal)," kata dia. (Erik)
- Penulis : Erik Handoko
- Editor :
Berita Lainnya
-
Rabu, 13 Mei 2026Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
-
Rabu, 13 Mei 2026Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
-
Rabu, 13 Mei 2026Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
-
Rabu, 13 Mei 2026Eva Dwiana Perintahkan Pendataan Pendatang dan Sidak Tempat Hiburan di Bandar Lampung








