Kipas Angin dan AC Mati di Ruang Rawat Inap RSUD Tjokrodipo, Pasien Kelas II Kepanasan
Anggota Komisi IV DPRD Bandar Lampung saat sidak di ruang rawat inap kelas II RSUD Tjokrodipo, Selasa (03/12/2019).(Wanda)
Kupastuntas.co,Bandar Lampung-Pelayanan dan Fasilitas Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A. Dadi Tjokrodipo kota Bandar Lampung menjadi sorotan.
Hal tersebut terlihat saat Komisi IV DPRD Bandar Lampung melakukan sidak di RS plat merah tersebut, Selasa (03/12/2019).
Mereka menemukan banyaknya fasilitas rumah sakit di ruang inap pasien yang tidak memadai, rusak, bahkan terbengkalai.
Tak hanya itu, kebersihan kamar mandi dan wc juga disorot karena terlihat jorok.
Sidak komisi IV yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Darma Setiyawan, bersama anggota lainnya, yakni, Sri Ningsih Djamsari, Rakhmad Navindra, Dharma Wansyah, Sofyan Sauri, Yuni Karnis, dan Abdul Salim.
Dari pantauan, mereka menemukan adanya kipas angin dan AC yang tak menyala di ruang inap pasien anak kelas II, sehingga pasien terlihat gerah dan kepanasan.
“Kenapa kipas angin ini tidak menyala, kan panas pasiennya,”kata Sri Ningsih, anggota DPRD yang sidak tersebut.
Bahkan, Siti Amanah, orang tua pasien yang berada di ruang kelas II mengaku setiap hari kepanasan didalam ruangan, karena Kipas Angin dan AC yang tak berfungsi.
“Kami kepanasan mas, kasihan anak saya juga yang berobat disini, anehnya kalau malam AC nya malah dihidupin sama perawatnya,”kata ibu yang anaknya terkena penyakit infeksi tenggorakan tersebut.
Sementara itu, Anggota dewan lainnya, Abdul Salim sempat melihat ke WC Pasien yang terlihat jorok dan kumuh. “Ya ampun ini WC kok tidak terawat,”ujar Salim.
Begitu juga saat melihat ruang inap pasien lainnya dengan kondisi ruangan yang banyak nyamuknya.
“Ruang inap pasien ini banyak nyamuk, saya takut terkena gejala DBD pasiennya,”ungkap Rakhmad Navindra.
Sementara itu, Seksi Pengendalian Fasilitas Keperawatan RSUD A. Dadi Tjokrodipo, Dedi Rahardi, yang mendampingi anggota DPRD saat diwawancarai awak media enggan berkomentar lebih banyak, sebab menurutnya, hal tersebut bukan ranahnya.
Maaf kami satu pintu kalau mau konfirmasi, saya dan kawan-kawan hanya mendampingi dewan sidak, karena ibu direktur sedang ada rapat," katanya.
Sementara itu, saat Kupas Tuntas mencoba menghubungi Direktur RSUD Dadi Tjokrodipo, Dr Indrasari Aulia melalui telepon tidak diangkat, walaupun nomornya dalam keadaan aktif.(Wanda)
Berita Lainnya
-
287.802 Pemudik Masuk Sumatera, 183.820 Penumpang Menyeberang ke Jawa
Selasa, 17 Maret 2026 -
SGC Buka Puluhan Ribu Lapangan Kerja untuk Kurangi Pengangguran
Senin, 16 Maret 2026 -
Avanza Tabrak Fuso di Tol Terpeka Lampung Tengah, 1 Pemudik Tewas
Senin, 16 Maret 2026 -
Tas Berisi Uang Rp23 Juta Milik Pemudik Tertinggal di Rest Area Tol Bakter Berhasil Dikembalikan
Senin, 16 Maret 2026
Kupastuntas.co,Bandar Lampung-Pelayanan dan Fasilitas Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A. Dadi Tjokrodipo kota Bandar Lampung menjadi sorotan.
Hal tersebut terlihat saat Komisi IV DPRD Bandar Lampung melakukan sidak di RS plat merah tersebut, Selasa (03/12/2019).
Mereka menemukan banyaknya fasilitas rumah sakit di ruang inap pasien yang tidak memadai, rusak, bahkan terbengkalai.
Tak hanya itu, kebersihan kamar mandi dan wc juga disorot karena terlihat jorok.
Sidak komisi IV yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Darma Setiyawan, bersama anggota lainnya, yakni, Sri Ningsih Djamsari, Rakhmad Navindra, Dharma Wansyah, Sofyan Sauri, Yuni Karnis, dan Abdul Salim.
Dari pantauan, mereka menemukan adanya kipas angin dan AC yang tak menyala di ruang inap pasien anak kelas II, sehingga pasien terlihat gerah dan kepanasan.
“Kenapa kipas angin ini tidak menyala, kan panas pasiennya,”kata Sri Ningsih, anggota DPRD yang sidak tersebut.
Bahkan, Siti Amanah, orang tua pasien yang berada di ruang kelas II mengaku setiap hari kepanasan didalam ruangan, karena Kipas Angin dan AC yang tak berfungsi.
“Kami kepanasan mas, kasihan anak saya juga yang berobat disini, anehnya kalau malam AC nya malah dihidupin sama perawatnya,”kata ibu yang anaknya terkena penyakit infeksi tenggorakan tersebut.
Sementara itu, Anggota dewan lainnya, Abdul Salim sempat melihat ke WC Pasien yang terlihat jorok dan kumuh. “Ya ampun ini WC kok tidak terawat,”ujar Salim.
Begitu juga saat melihat ruang inap pasien lainnya dengan kondisi ruangan yang banyak nyamuknya.
“Ruang inap pasien ini banyak nyamuk, saya takut terkena gejala DBD pasiennya,”ungkap Rakhmad Navindra.
Sementara itu, Seksi Pengendalian Fasilitas Keperawatan RSUD A. Dadi Tjokrodipo, Dedi Rahardi, yang mendampingi anggota DPRD saat diwawancarai awak media enggan berkomentar lebih banyak, sebab menurutnya, hal tersebut bukan ranahnya.
Maaf kami satu pintu kalau mau konfirmasi, saya dan kawan-kawan hanya mendampingi dewan sidak, karena ibu direktur sedang ada rapat," katanya.
Sementara itu, saat Kupas Tuntas mencoba menghubungi Direktur RSUD Dadi Tjokrodipo, Dr Indrasari Aulia melalui telepon tidak diangkat, walaupun nomornya dalam keadaan aktif.(Wanda)
- Penulis : Kupastuntas
- Editor :
Berita Lainnya
-
Selasa, 17 Maret 2026287.802 Pemudik Masuk Sumatera, 183.820 Penumpang Menyeberang ke Jawa
-
Senin, 16 Maret 2026SGC Buka Puluhan Ribu Lapangan Kerja untuk Kurangi Pengangguran
-
Senin, 16 Maret 2026Avanza Tabrak Fuso di Tol Terpeka Lampung Tengah, 1 Pemudik Tewas
-
Senin, 16 Maret 2026Tas Berisi Uang Rp23 Juta Milik Pemudik Tertinggal di Rest Area Tol Bakter Berhasil Dikembalikan








