380 Hektare Lahan Kekeringan, Petani di Lamtim Mengeluh Belum Bisa Tanam Padi
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Petani Desa Karanganyar, Kecamatan Labuhan Maringgai, belum bisa melakukan tanam karena faktor ketersediaan air yang tidak mencukupi.
Menurut petani Desa Karanganyar, Supardiono sawah seluas 380 hektare belum digarap karena kekeringan, seharusnya awal bulan November sudah masuk musim tanam namun hingga pertengahan November air tidak mencukupi.
"Sumber air dari Way Curup, sehingga kami tanam harus nunggu air hujan," ujar Supardiono, Senin (24/11/2019).
Menurutnya, petani di Desa Karanganyar khususnya sawah rawa dalam dua musim selalui mendapat dampak buruk dari perubahan iklim, jika musim kemarau petani kesusahan air jika musim hujan tanaman petani terendam banjir.
"Kalau musim hujan jadi langganan banjir sawah tempat kami, ratusan hektare tenggelam, dampaknya ada yang gagal panen, ada yang panen tapi tidak sesuai," keluh Supardianto.
Naun, Supardianto berharap program Selamatkan Rawa Sejahterakan petani (Serasi) dimana saat ini Desa Karanganyar mendapat perbaikan saluran air sekunder sepanjang 2.300 meter dapat menjadi solusi bagi petani. "Kalau katanya sih setelah dibuat saluran air sekunder tersebut bisa mengantisipasi luapan air yang mengancam tanaman petani saat musim hujan," ujar Supardiono.
Sementara itu data yang didapat dari Dinas Pertanian Lampung Timur, sasaran tanam musim rendeng di Lamtim mencapai 78,5 ribu hektare untuk sawah kering dan 11,3 ribu hektare untuk padi ladang. Sementara masa tanam terbagi dari Oktober hingga Maret. (Agus Susanto)
Berita Lainnya
-
Presiden Direncanakan Resmikan Kampung Nelayan Koperasi Merah Putih di Lampung Timur
Selasa, 31 Maret 2026 -
Musrenbang 2026, Lampung Timur Fokus Percepat Ekonomi Berkelanjutan
Senin, 30 Maret 2026 -
Menteri Kehutanan Targetkan Konflik Gajah di Taman Nasional Way Kambas Nol pada 2026
Kamis, 26 Maret 2026 -
Wabah PMK Serang Tiga Dusun di Lampung Timur
Selasa, 24 Maret 2026








