Warga Kebon Jeruk Pawai 5.690 Kembang Telur dan Puluhan Kendaraan
Kupastuntas.co,Bandar Lampung-Ratusan warga Lingkungan 1 di RT 1, 2, dan 3 di Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, melakukan pawai arak-arakan kembang telur.
Kegiatan tersebut dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 hijriah di lingkungan kelurahan setempat, Minggu (24/11/2019) sekira pukul 10.00 WIB.
Pawai tersebut diikuti oleh 24 mobil, puluhan replika atau miniatur beragam bentuk, dan 50 kendaraan bermotor yang turut serta dalam arak-arakan ini.
Mereka memulai pawai dari halaman Gang Serumpun (lapangan badminton) untuk berjalan memutari jalan kelurahan.
Dari pantuan, ada beragam bentuk replika yang memeriahkan pawai, mulai dari bentuk meriam, kapal, kereta api, hingga aneka binatang seperti jangkrik, gajah, macan dan lainnya.
Nampak anak-anak hingga orangtua turut dalam kemeriahan suasana pawai. Ada juga atraksi marching band yang dilakukan pelajar sekolah dasar (SDN) 2 Gedong Air. Uniknya, ada juga yang berdandan ala ulama.
Sembari berpawai, masyarakat Kebon Jeruk bershalawat Nabi. Mereka nampak bahagia meskipun berjalan kami di terik matahari.
Ketua Pelaksana Acara Arifudin mengatakan, arak-arakan dilakukan sejauh tiga kilometer mengelilingi jalan kelurahan dan melewati depan Pasar Tugu untuk berkumpul di Masjid Ar-Raudoh.
Di masjid, masyarakat akan berdoa atau shalawatan bersama sebelum akhirnya membagi-bagikan telur yang sudah diarak.
"Melalui arak-arakan yang rutin dilakukan setiap tahun ini tujuannya tak lain adalah memperkuat tali silaturahmi antar warga dalam balutan Maulid Nabi," kata Arifudin.
Lurah Kebun Jeruk, Kecamatan Tanjungkarang Timur Sahrial Asmi menjelaskan, pawai Maulid Nabi ini sudah dilakukan sejak tahun 1960an oleh warga setempat.
"Dari tahun ke tahun semakin meriah, dengan beragam miniatur dan peserta yang lebih banyak," ungkap Sahrial.
Kegiatan pawai ini disiapkan masyarakat menggunakan dana swadaya masyarakat juga dengan bergotong royong.

"Anak-anak muda juga makin aktif dan kreatif dalam memeriahkan kegiatan dengan membuat replika yang unik-unik," paparnya.
Telur yang sudah diarak dibagikan di masjid. "Biasanya abis pulang ada anak bayi yang dikelilingi, sebagai wujud syukur," ucapnya.
Selaku pemangku kelurahan, pihaknya berusaha melestarikan kebudayaan ini agar tidak punah dan diadakan setiap tahun. "Ini memang inisiatif dari masyarakatnya sendiri," tandas dia.
Salah satu peserta pawai Ari mengaku gembira bisa turut memeriahkan pawai Maulid Nabi ini.

Menurut bocah berusia belasan tahun ini, dengan pawai bisa berkumpul dengan sanak saudara dan juga teman-temannya. "Seru aja dari kecil memang udah biasa liat arak-arakan kembang telur. Sekarang ikut serta mengarak sama temen-temen," tandasnya. (Wanda)
Berita Lainnya
-
Lampung Siapkan 7.855 Siswa Ikuti Kelas Migran Vokasi, 475 Peluang Kerja di Jepang Menanti
Selasa, 31 Maret 2026 -
Universitas Teknokrat Indonesia Jalin Kerja Sama dengan BRIN, Akselerasi Inovasi dan Riset Berkelanjutan
Selasa, 31 Maret 2026 -
Nikmati Liburan Nyaman dengan Harga Terjangkau, Holiday Inn Lampung Bukit Randu Hadirkan Promo 'April Stay & Save'
Selasa, 31 Maret 2026 -
2.866 Siswa Lolos SNBP 2026 di Unila, Mayoritas dari Lampung
Selasa, 31 Maret 2026








