Polisi Selidiki Kasus Perusakan Alat Pendeteksi Tsunami di Perairan Pulau Sebesi
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Kepolisian Resor Lampung Selatan buru-buru membatah, kabar soal pencurian alat pendeteksi tsunami, yang terpasang di perairan Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, beberapa waktu lalu.
Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan mencoba meluruskan informasi pencuarian alat pendeteksi tsunami yang senter beredar beberapa waktu belakangan. "Saya coba luruskan. Itu bukan hilang, namun ada kabel yang ada di alat pendeksi (tsunami) itu yang dipotong," ujarnya saat dikonfirmasi Kupas Tuntas, Selasa (5/11/2019).
Ia pun menegaskan, bila saat ini sudah dilakukan proses penyambungan kabel di alat pendeteksi tsunami itu yang sempat terpotong, sehingga alat itu sudah berfungsi kembali secara normal. "Sudah dilakukan penyambungan dan sudah berfungsi kembali," ucap M Syarhan.
Ketika ditanya, apakah ada unsur kesengajaan atau ada pihak yang memotong kabel di alat tersebut, mantan kapolres Kabupaten Pesawaran itu menyatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas kondisi tersebut. "Kami masih melakukan penyelidikan, ini masih dilaksanakan penyelidikan," jelasnya.
Saat ditanya lagi apakah ada yang menjaga atau mengawasi alat tersebut, M Syarhan menyatakan ada. Petugas itu ditunjuk langsung dari pusat. "Ada petugas yang ditunjuk langsung dari balai pusat yang berasal dari perangkat desa," tandasnya. (Dirsah/Edu)
Berita Lainnya
-
Tujuh Hari Tak Ditemukan, Pencarian Nelayan Korban Tabrak Kapal Kargo di Lampung Dihentikan
Selasa, 12 Mei 2026 -
Triwulan I 2026 PAD Lampung Selatan Tembus Rp 66,8 Miliar, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama
Selasa, 05 Mei 2026 -
Perahu Ditabrak Kapal Kargo, Satu Nelayan Hilang di Perairan Kalianda Lamsel
Selasa, 05 Mei 2026 -
Polisi Ringkus Pelaku Curat di Katibung Lamsel, Satu Pelaku Masuk DPO
Sabtu, 02 Mei 2026








