Bupati Parosil Siap Pertahankan Budaya Tumpang Sari
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani khususnya petani kopi, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mendukung pemanfaatan pada lahan kebun dengan tumpang sari.
“Sistem tumpang sari merupakan cara bercocok tanam yang pernah membudaya di Kabupaten Lampung Barat yang tidak dipertimbangkan lagi nilai plusnya oleh petani dan banyak yang gagal dampak dari penggunaan pestisida yang berlebihan,” kata Parosil saat berbincang dengan Kupastuntas.co, di ruang kerjanya, Senin (4/11) lalu.
Kendati tumpang sari dapat menjadi sumber penghasilan tambahan para petani, Parosil mengimbau agar petani kopi dapat menyiasati secara cerdas jenis tanaman apa yang tepat serta menghasilkan dan tidak mengganggu produktivitas tanaman utama.
“Tumpang sari di lahan kopi sebaiknya dapat dipelajari secara jeli oleh petani jenis tanamannya, supaya tidak menghalangi pertumbuhan pohon kopi serta tidak menjatuhkan hasil panen,” pesan Parosil.
Menurut Parosil, saat ini umumnya satu hektar lahan hanya mengharapkan hasil dari 2.500 batang kopi, jika ditambah tanaman tumpang sari disekitar setiap batang kopi dengan ditanam satu batang cabai, berarti petani mempunyai 2.500 batang cabai, dengan akumulasi perbatang dapat menghasilkan minimal setengah ons dikalikan 2.500 batang (0,1x2500).
“Berarti petani mampu menghasilkan 250 Kg cabai untuk sekali masa panen, jika masa panen cabai dua kali dalam sebulan, berarti petani mendapat tambahan penghasilan 500 Kg cabai dalam sebulan, tentunya untuk mempunyai penghasilan yang tinggi harus disertai dengan kerja keras,” jelasnya.
Untuk menghidupkan budaya tumpang sari yang tepat dan dapat menunjang kesejahteraan masyarakat tani Lampung Barat, Parosil akan mengkoordinasikannya dengan dinas terkait untuk menentukan jenis tanaman tumpang sari yang tepat dilahan perkebunan kopi. “Saya akan segera koordinasikan dengan dinas terkait terlebih dahulu untuk menentukan jenis tanaman tumpang sari yang tepat bernilai ekonomis, mudah dalam pemasarannya dan tidak mengganggu tanaman utama khususnya kopi,” pungkasnya. (Satoris)
Berita Lainnya
-
Kesbangpol Lampung Barat Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Jumat, 13 Februari 2026 -
Ancaman Bencana Mengintai, ASN Lampung Barat Didorong Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan
Jumat, 13 Februari 2026 -
Anggaran Dipangkas Rp 167 Miliar, Bupati Lambar Tegaskan Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan Tetap Prioritas
Kamis, 12 Februari 2026 -
Proyek Irigasi Rp37,7 M di Lampung Barat Diduga Belum Kantongi Dokumen Lingkungan Lengkap
Kamis, 12 Februari 2026









