Pedagang Pasar Tugu Keluhkan Basement Kumuh dan Gelap, Kalau Hujan Terendam Banjir
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pedagang Pasar Tugu Bandar Lampung mengeluhkan keadaan basement pasar yang tidak terawat. Kondisi basement yang juga digunakan sebagai tempat berdagang kondisinya gelap dan bau.
Salah satu pedagang Pasar Tugu, Said (54) terpaksa harus berjualan di pinggir jalan dan tidak lagi berjualan di basement. Kerena kondisi basement tidak layak ditempati. Apalagi kalau turun hujan, seringkali basement direndam banjir.
“Di bawah itu (Basement) nggak layak untuk berjualan, kita kan cari duit atau pembeli bukan cari tempat, lagian kalau hujan banjir makanya kita keluar," ungkapnya.
Sementara Ketua Persatuan Pedagang Kaki Lima (PPKL) Pasar Tugu, Yayan mengatakan, keadaan Pasar Tugu telah lama terlantar. Lapak-lapak jualan yang jumlahnya ratusan kini hanya tersisa 15 pedagang yang bertahan karena tempatnya sudah tidak layak.
“15 pedagang yang bertahan itu karena sudah tidak ada tempat lagi di atas, makanya mereka bertahan. Yah keluhannya kayak kebersihan, lampu, blower, air yang kadang menggenang kalau lagi hujan," kata dia.
Selain itu, lanjut Yayan, penyebab para pedagang akhirnya memilih pindah ke bagian atas karena tidak sanggup membayar cicilan. Pada awalnya para pedagang melakukan pinjaman di satu bank, uang itu untuk membeli lapak yang ada di basement sebesar 15 juta. Tetapi karena tidak sanggup untuk membayar, akhirnya setelah pembangunan pedagang pindah lagi ke atas.
“Saya mewakili pedagang, memohon bantuan pemerintah untuk mengambil sedikit kebijakan dan memperhatikan pedagang. Kasihan juga mereka dulu bedagang, tapi karena terlantar jadi nggak berdagang lagi," kata dia. (Sule)
Berita Lainnya
-
Ranperda Pertambangan Lampung Tinggal Tunggu Restu Kemendagri
Kamis, 15 Januari 2026 -
Wagub Jihan: Inspektorat Benteng Terakhir, 2026 Zero Tolerance Korupsi di Lampung
Kamis, 15 Januari 2026 -
Pemprov Lampung Siapkan 3.000 Hektare di Way Pisang Jadi Sentra Kedelai
Kamis, 15 Januari 2026 -
Pemprov Lampung Siapkan Perluasan Kota Baru hingga 4.000 Hektare
Kamis, 15 Januari 2026









