Lagi Asyik Minum Miras, Dua Preman Bertato Pelaku Penganiayaan Diciduk Polisi
Kupastuntas.co, Metro – Polsek Metro Timur menangkap dua orang terduga preman yang merupakan DPO pelaku pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan atau pengeroyokan. Kedua pelaku itu adalah HS (25) dan RK (23), warga Metro Timur.
Kapolsek Metro Timur IPTU Teguh Pranoto mengatakan, keduanya dibekuk saat sedang asyik mengkonsumsi miras di depan Toko Ban Jalan Ahmad Yani pada Minggu 20 Oktober 2019 sekira pukul 23.00 WIB.
“Keduanya merupakan DPO atas korban MAF (18) pada 6 November 2018. Kasus keduanya ini terjadi pada 6 November sekira jam 02.00 WIB, korban bersama temannya mengendarai motor dari arah Metro mengarah ke simpang kampus Iringmulyo,” bebernya, Senin (21/10/2019).
Kemudian berpapasan dengan pelaku yang berboncengan, lalu pelaku memutar balik dan mengejar korban beserta rekannya. Sampai di simpang kampus dekat kedai buah, korban berhasil distop pelaku.
“Lalu pelaku memukul korban dengan alasan korban menggeber motor saat papasan. Sehingga pelaku tersinggung. Tapi mereka juga mengambil dua unit HP milik korban,” tukasnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian kepala atas sebelah kanan dan mendapatkan perawatan di RSUD Ahmad Yani Metro serta kehilangan dua unit handphone yang diambil pelaku.
Teguh menambahkan, pihaknya turut mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa satu helai baju kaos lengan panjang warna abu-abu milik korban dan satu lembar hasil visum dari RSUD Ahmad Yani. Keduanya telah diamankan di Mapolsek Metro Timur untuk penyidikan lebih lanjut. (Rani)
https://youtu.be/IQ-JLXroucE
Berita Lainnya
-
Jelang Lebaran, Pemkot Metro Monitoring Harga dan Stok Pangan di Sejumlah Pasar
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kisruh Anggaran Media Rp200 Juta di Metro, Rozi Fernando Desak APH Periksa Anggaran Diskominfotik
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kritik Pinjaman ke Bank Lampung, Anggota DPRD Metro Siap Lepas Fasilitas Bantu Bayar Bunga
Kamis, 12 Maret 2026 -
Jelang Lebaran, Ribuan Warga Padati Pasar Murah di Metro
Selasa, 02 April 2024



