15 Persen Anak di Metro Terkena Stunting, Paling Banyak di Kelurahan Yosodadi
Kupastuntas.co, Metro - Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Metro Erla Adryati menjelaskan, jumlah penderita stunting atau gisi buruk di Kota Metro masih cukup tinggi. Persentasinya mencapai 15 persen dari total jumlah anak.
“Memang harus diturunkan seminimal mungkin. Untuk itu saya minta kerjasama dari camat hingga ke kelurahan meminta data stuting di puskes dan kita atasi bersama," ucapnya usai pertemuannya dengan aparatur pemerintah dan lembaga perangkat kelurahan di Aula Yosodadi Metro Timur, Senin (14/10/2019).
Baca Juga : Banyak Anak di Metro Kena Stunting, Pairin Anggarkan Rp400 Juta Tiap Kelurahan
Dirinya juga menekankan masalah stunting ini bukan hanya tanggung jawab bidang kesehatan. Melalu dana yang diluncurkan ke desa, penanganan stuting menjadi tanggungjawab bersama.
“Karena itu untuk anak-anak yang tumbuhnya lambat kita berikan gizi yang baik, lingkungan yang sehat dan pola asuh yang baik dan ibu- ibu yang hamil kita beri penyuluhan," imbuhnya.
“Ini masalah kita terkait dengan anak dan generasi kita. Saya mengharapakan kita sama-sama peduli dengan stuting di Kota Metro, khususnya di lingkungan kita," harapnya.
Diketahui, pada tahun 2016 lalu, angka stunting di Kota Metro mencapai 20 persen dari total anak. Namun saat ini sudah turun di angka 15 persen.
Sementara, Wali Kota Metro Achmad Pairin menyebutkan sedikitnya 1.014 orang warga Kota Metro yang mengalami stunting dan kasus kurang gizi kronis. Itu paling banyak ditemukan di Kelurahan Yosodadi.
“Kalau di Kelurahan Yosodadi 162 yang stunting. Di Kelurahan Rejomulyo ada 49 orang. Kami sedang usahakan supaya bisa tertangani," katanya.
Pairin juga miminta para Kepala Desa se-Kota Metro mengoptimalkan dana Rp400 juta untuk menangani stunting. Pairin berharap dana 400 juta ini arah dan geraknya hanya berorientasi kepada mengatasi permasalahan stuting, bukan untuk yang lainnya.
"Rp400 juta per kelurahan untuk satu tahun. Jadi silakan dana tersebut digerakkan dan dioptimalkan serta dirancang sebaik-baiknya untuk stunting, bukan yang lain," tegas Pairin. (Rani)
Berita Lainnya
-
Jelang Lebaran, Pemkot Metro Monitoring Harga dan Stok Pangan di Sejumlah Pasar
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kisruh Anggaran Media Rp200 Juta di Metro, Rozi Fernando Desak APH Periksa Anggaran Diskominfotik
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kritik Pinjaman ke Bank Lampung, Anggota DPRD Metro Siap Lepas Fasilitas Bantu Bayar Bunga
Kamis, 12 Maret 2026 -
Jelang Lebaran, Ribuan Warga Padati Pasar Murah di Metro
Selasa, 02 April 2024



