Reaksi Herman HN Saat Dengar Curhat Masyarakat Tentang Pelayanan RSUD A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung yang Dinilai Buruk
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengadakan kunjungan ke Puskesmas Kecamatan Panjang dalam rangka inspeksi mendadak (sidak), Senin (30/9/2019).
Seperti biasanya, sidak selalu diwarnai dengan melihat dan tanya sana-sini. Saat itu, Herman HN mendapat curahan hati (curhat) dari masyakat yang kebetulan sedang menjaga keluarganya karena sedang dirawat di Puskesmas itu.
Namanya Maryani. Ia curhat kepada Herman HN karena mendapat pelayanan yang dianggapnya tidak layak dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A Dadi Tjorodipo Bandar Lampung.
RSUD ini type C yang terletak di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara dan merupakan SKPD Pemerintah Kota Bandar Lampung bertipe Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Pelayanan di RS A Dadi Tjokrodipo memang bagus. Tetapi mengapa bapak saya masih sakit kok disuruh pulang, padahal bangun aja masih susah," ungkap Maryani ke Herman HN. Maryani bilang, ayahnya sudah dirawat 4 hari di sana.
Herman HN bereaksi. Herman HN langsung melakukan konfirmasi melalui telepon selularnya kepada pihak RSUD A Dadi Tjorodipo Bandar Lampung. Herman HN terlihat berdialog.
Ditanyai tanggapannya soal curhat Maryani, ia berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi. Menurut dia, petinggi di Rumah Sakit itu harus melakukan pengawasan dengan teliti hingga tidak muncul lagi persoalan sama.
"Pokoknya semua pasien harus [dirawat] sampai sembuh, dan kedepan kepala rumah sakitnya harus mengawasi," tegasnya.
Atas pemberitaan ini, pihak RSUD A Dadi Tjorodipo Bandar Lampung belum memberikan keterangan. (Sri)
Berita Lainnya
-
Tas Berisi Uang Rp23 Juta Milik Pemudik Tertinggal di Rest Area Tol Bakter Berhasil Dikembalikan
Senin, 16 Maret 2026 -
Musrenbang 2027, Pemkot Bandar Lampung Perkuat Daya Saing Daerah dan Infrastruktur
Senin, 16 Maret 2026 -
Dari Snack hingga Musala, Intip Fasilitas Posko Mudik BPJN Lampung untuk Pemudik
Senin, 16 Maret 2026 -
Hari Kedua Ops Ketupat Krakatau: 30 Kasus Gangguan Kamtibmas, 4 Kecelakaan Lalu Lintas
Senin, 16 Maret 2026








