Bupati Loekman Angkat Bicara Terkait Ceramah Kontroversial Ust Solmed di Lamteng
Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Terkait tausiyah yang disampaikan ustad kondang Mahmoed Nasution atau biasa dikenal ustad Solmed, di Kecamatan Trimurjo, yang sempat menyinggung anggaran Rp 2,7 T dan masih banyak jalan rusak di Lamteng. Bupati Loekman Djoyosoemarto pun akhirnya angkat bicara.
"Saya tidak membatasi atau melarang siapa pun untuk sosialisasi. Ini bagian dari bentuk demokrasi. Apalagi sampai menghalang-halangi dan mempersulit perizinannya. Monggo, silahkan. Makin banyak pilihan akan lebih baik," katanya di Omah BJW (Beguewai Jejamo Wawai) Kampung Bumimas, Kecamatan Seputihagung, Jumat (27/9).
Namun, Loekman berharap isi sosialisasi maupun ceramah hendaknya menumbuhkan semangat kebersamaan dengan masyarakat.
"Harapan saya sosialisasi isinya menumbuhkan semangat kebersamaan. Semangat gotong-royong. Jangan justru melemparkan isu-isu yang akan berdampak memecah belah kerukunan dan kebersamaan di tengah masyarakat," ujarnya.
Terkait isi dari tausiyah Ustad Solmed, Loekman meminta masyarakat menilai sendiri. "Ya, monggo sajalah. Masyarakat sekarang sudah pandai dan cerdas. Sudah paham dan bisa menilai.Kalau Ustad ceramah bagaimana pasti lebih paham. Gunakan bahasa yang santun Masak bupati diidentikkan dengan kulkas. Tidak perlu komentar saya. Jika di memang ustad, nggak usahlah ikut-ikutan urusan pemerintahan dan politik," ungkapnya.
Loekman menambahkan, termasuk saat ustad bicara masalah anggaran pemerintah daerah Rp2,7 triliun, Loekman mengatakan hal itu akan menurunkan kualitas yang bersangkutan.
"Dia (Ustad Solmed, Red) tidak tahu Rp2,7 triliun itu untuk komponen apa saja. Nggak usahlah sejelek-jelekan. Saya juga punya kok. Tapi, saya tidak mau menjelekkan atau membuka aib orang lain. Tapi kalau dipaksa, ya namanya dipaksa. Sekali lagi, saya nggak mau membuka aib orang dan menilai kerja orang," katanya.
Dalam sosialisasi yang dilakukan dirinya setiap kunjungan kerja, kata Loekman, dirinya hanya menyodorkan dan menawarkan program kerja kepada masyarakat.
"Saya sodorkan program kerja. Saya akan kerjakan pada masa mendatang. Saya juga tidak pernah mau berjanji sssuatu. Tapi kalau saya punya kesempatan atau kemampuan akan berbuat, ya akan berbuat," ujarnya.
Terkait ucapannya yang mengatakan Ustad Solmed itu celometan, Loekman membenarkannya.
"Ya, memang celometan. Bicara tanpa fakta. Faktanya tak ada disampaikan. Kalau ada yang tidak senang dengan ucapan saya yang mengatakan Ustad Solmed celometan dan mau melapor, silakan. Kan jelas kalau kayak gitu celometan. Kalau saya mau menempuh jalur hukum, saya juga punya hak lho. Dia (Ustad Solmed, Red) memprovokasi masyarakat. Penghasutan. Coba bayangkan kalau masyarakat yang nggak paham dan menanggapi anggaran Rp2,7 triliun, itu menyesatkan," katanya. (Towo)
https://youtu.be/bGPgD1WJFPU
Berita Lainnya
-
Sosialisasi Perda di Reno Basuki, Dewi Nadi Ingatkan Warga Kekerasan pada Perempuan dan Anak Bisa Dipidana
Jumat, 06 Maret 2026 -
10 Tahun Rusak, Jalan Gunung Batin-Daya Murni Lampung Tengah Diperbaiki Bertahap
Selasa, 03 Maret 2026 -
Ngaku Polisi, Dua Pemuda Gasak Motor Pelajar di Terbanggi Besar Lamteng
Senin, 02 Maret 2026 -
Dalami Dugaan Korupsi Ardito Wijaya, KPK Periksa Plt Kadis Bina Marga hingga Ketua KPU Lampung Tengah
Jumat, 27 Februari 2026









