Sering Terima Informasi Kebakaran Palsu, Satpol PP Lampung Barat Ngadu ke Polisi
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Untuk kesekian kalinya, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menerima laporan palsu kebakaran. Tercatat sepanjang tahun 2019 ini pihaknya sudah 3 kali dibohongi oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab yang melaporkan ada peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Lambar.
"Sepanjang tahun 2019 ini sudah tiga kali kejadian, yang pertama di Kecamatan Batu Ketulis dan yang kedua di perumahan dinas wakil bupati, tapi saat itu masih mending karena waktu itu memang terjadi korsleting listrik yang lokasinya tidak jauh dari rumah dinas pak wakil. Dan sekarang kembali terulang di Kecamatan Sumberjaya," kata Kasat PolPP Lambar, M Henry Faisal, Sabtu pagi (14/09/2019).
Kepada Kupastuntas.co Henry mengaku, kali ini pihaknya menerima laporan jika ada kebakaran di sekitar lokasi rest area Kecamatan Sumberjaya pada pukul 23.00 WIB dari seseorang dengan nomor telepon 0878 7115 0175 yang menghubungi UPT Damkar Way Tenong. Setelah mendapat informasi tersebut satu unit mobil damkar langsung meluncur ke lokasi. Namun sesampainya di lokasi yang diinformasikan ternyata tidak ada musibah kebakaran.
"Setibanya personil kita di lokasi tidak terjadi kebakaran. Hal ini sangat disayangkan, karena disamping telah membuat repot petugas juga telah menimbulkan keresahan masyarakat yang terbangun karena mendengar bunyi sirene mobil damkar," ungkap Henry.
Karena tidak menemukan adanya kebakaran, lanjut Henry pihaknya mencoba menghubungi nomor pemberi informasi palsu tersebut, akan tetapi nomor tersebut sudah tidak aktif lagi.
"Kita akan berusaha menyelidiki nomor tersebut dengan berkoordinasi ke pihak kepolisian melalui unit cyber karena hal tersebut merupakan tindak kriminal yang bertentangan dengan UU ITE. Selain itu untuk memberi efek jera pelaku dan masyarakat lainnya," tegas Henry. (Iwan)
Berita Lainnya
-
Kesbangpol Lampung Barat Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Jumat, 13 Februari 2026 -
Ancaman Bencana Mengintai, ASN Lampung Barat Didorong Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan
Jumat, 13 Februari 2026 -
Anggaran Dipangkas Rp 167 Miliar, Bupati Lambar Tegaskan Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan Tetap Prioritas
Kamis, 12 Februari 2026 -
Proyek Irigasi Rp37,7 M di Lampung Barat Diduga Belum Kantongi Dokumen Lingkungan Lengkap
Kamis, 12 Februari 2026









