Ribuan Titik Panas 'Kepung' Pulau Sumatera, di Lampung 42 Titik
Kupastuntas, Bandar Lampung – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ada sebanyak 1.211 titik panas atau hotspot mengepung wilayah Sumatera, Rabu (11/9/2019) pagi. Titik panas ini menjadi indikasi awal terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, pada pukul 06.00 WIB satelit Terra Aqua mendeteksi daerah paling banyak titik panas adalah Provinsi Jambi dengan 496 titik, Sumatera Selatan 305 titik, dan Provinsi Riau 258 titik.
Kemudian 77 titik panas di Provinsi Bangka Belitung, Lampung 42 titik, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau masing-masing 11 titik, Sumatera Utara 10 titik, dan Bengkulu satu titik panas.
Dibandingkan sehari sebelumnya, Selasa (10/9/2019), jumlah hotspot di Sumatera meningkat dua kali lipat. Yaitu sebelumnya hanya terdapat 598 titik panas. Untuk itu, BMKG memberikan peringatan dini kepada masyarakat untuk waspada terhadap penurunan kualitas udara dan jarak pandang akibat peningkatan polusi udara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan.
Titik-titik panas ini menjadi perhatian serius mengingat menjadi indikasi awal terjadinya karhutla yang memiliki dampak domino terhadap masyarakat. Di Riau sendiri misalnya, asap Karhutla hingga kini masih menyelimuti Kota Pekanbaru dan mengakibatkan kualitas udara menurun ke status tidak sehat.
Kepala seksi data dan informasi BMKG Masgar Lampung Rudi Harianto menjelaskan, saat ini seluruh wilayah Lampung memasuki puncak musim kemarau.
“Kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan yang disebabkan faktor kesengajaan dan fakor alam," jelasnya.
Dia menambahkan, diperkirakan Lampung memasuki musim pancaroba pada awal November. Perlalihan musim dari kemarau ke musim penghujan. Untuk musim penghujan diperkirakan pada Minggu kedua November 2019.
“Untuk saat ini yang perlu diwaspadai adalah bahaya kebakaran baik dari faktor manusia maupun faktor alam, seperti gesekan antar kayu secara yang terus me nerus karena hembusan angin juga bisa terjadi percikan api dan dapat menyebabkan terjadinya kebakaran," ujarnya. (Cnn/Rls)
Berita Lainnya
-
Serap Aspirasi Warga di Telukbetung Selatan dan Tanjung Senang, Sudin Ingatkan Bahaya Narkoba, Judi Online dan Kejahatan Digital
Sabtu, 06 Juni 2026 -
Penyelundupan 172 Burung Ilegal Digagalkan di Bakauheni
Sabtu, 06 Juni 2026 -
Pemotongan Hewan Kurban di Lampung Tembus 117.470 Ekor
Sabtu, 06 Juni 2026 -
Golden Season Azana 2026 Hadirkan Liburan Keluarga Penuh Keceriaan di Azana Boutique Hotel Lampung
Sabtu, 06 Juni 2026








