• Kamis, 14 Mei 2026

Seniman Harap Cawalkot Balam Bisa Hidupkan Kesenian Nasional

Senin, 09 September 2019 - 17.35 WIB
79

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemilihan Walikota (Pilwakot) Bandar Lampung akan digelar pada 2020 mendatang. Banyak sekali harapan warga untuk calon pemimpinnya kelak, salah satunya yaitu menghidupkan kesenian yang beragam di Kota Tapis Berseri ini.

Maryono, Ketua Kesenian Budaya Keroncong Bandar Lampung mengatakan, mewakili pelaku seni tradisional baik keroncong, campur sari, reog dan budaya Lampung, mereka menaruh harapan agar pemimpin Bandar Lampung nantinya bisa menggeliatkan pelaku seni setiap harinya, sehingga bisa jadi objek wisata tradisional yang dapat dinikmati oleh wisatawan lokal dan mancanegara.

"Seni itu adalah aset budaya negara, jangan sampai tidak dilirik, karena dengan seni budaya daerah juga bisa meningkatkan pariwisata dan jadi hiburan masyarakat," ujarnya, Senin (9/9).

Menurutnya, kedepan walikota diharapkan bisa menyediakan wadah sehingga semua pelaku seni bisa dibina dan dilestarikan.

"Kan bisa saja sih, di setiap minggunya, kalau sudah disediakan tempat atau wadahnya, semua pelaku seni dapat secara bergiliran mentas atau manggung di tengah kota, dimana disaksikan oleh masyarakat dan menjadi hiburan rakyat. Caranya ya setiap harinya bergiliran, misalnya Senin seni Keroncong, Selasa apa, Minggu misalnya seni Budaya Lampung dan jangan lupa juga malam Jum'at ada pengajian, karena ini juga penting bisa membentuk karakter iman manusia," ungkapnya.

Dia melanjutkan, jika pemimpin kota dapat melestarikan budaya daerah, maka kota Bandar Lampung akan dikenal di kancah nasional dan internasional, dimana para pelaku seni diberikan ruang dan wadah dalam berkreasi.

"Ada itu saya dengar salah satu bakal calon walikota pak Tulus Purnomo, mudah-mudahan beliau kedepannya, kalau jadi bisa membimbing kami para pelaku seni, karena saya kenal dia memang orangnya suka seni, mau di keroncong dan Lampung dia setau saya suka seni, mudah-mudahan kedepannya bisa memajukan seni budaya daerah di Kota Bandar Lampung," jelasnya.

Masalahnya, imbuh dia, para pelaku seni di Kota Tapis berseri saat ini, bukan tidak diperhatikan oleh Pemkot, akan tetapi, kurang ditonjolkan.

"Masih kurang ditonjolkan seni dan budaya kayak keroncong, lagu-lagu Lampung kurang menonjol, waktu itu ada sesekali tapi gak terus aktif, maunya dikasih tempat dan wadah sehingga bisa berkesinambungan, tinggal diatur saja jadwalnya," paparnya.

Selanjutnya, kata Ateng sapaan akrab Maryono, jika betul Anggota DPRD Lampung Tulus Purnomo akan maju mencalonkan sebagai cawalkot Bandar Lampung, pihaknya menaruh harapan besar untuk bisa memperhatikan semua lini, baik pemuda dan para pelaku seni dan budaya nasional.

"Jangan dilupakan juga pengajian, karena ini tempat untuk membentuk akhlak, yang awalnya gak bisa ngaji bisa mengaji. Saya sih setuju kalau mas Tulus mau maju, tapi harus pelan-pelan, kita rangkul semua unsur masyarakat. Karena memberikan wadah untuk pelaku seni ini baru ada di Jakarta, bagaimana kedepan Cawalkot bisa merealisasikanya," tandasnya. (Wanda)

Editor :