BMKG Lampung: September akan Lebih Kering dari Agustus
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung menyebut puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan September dan akan berakhir pada bulan November mendatang.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto mengatakan September ini akan lebih kering dari Agustus.
"Kalau kita lihat dari kriteria seperti ini, potensi air tanah dan air langit sangat kecil sekali," ungkapnya dalam rapat koordinasi antisipasi dampak musim kekeringan di kota Bandar Lampung, di ruang rapat wali kota Bandar Lampung, Selasa (03/09/2019).
Menanggapi hal ini Sekretaris Daerah kota Bandar Lampung Badri Tamam mengatakan, seperti yang telah disampaikan dari BMKG bahwa September akan menjadi puncak kemarau. Maka seluruh OPD, dan TNI Polri harus siap siaga. Di mana aparat di tingkat bawah harus memberikan laporan secara berkelanjutan.
Ia mengatakan, jangan sampai ada keluhan dari masyarakat naik ke tingkat atas ke atas seperti provinsi apalagi nasional, ini tidak boleh. Semua harus bisa diantisipasi sampai tingkat kota saja. "OPD, TNI Polri harus siap, kalau ada informasi atau laporan dari masyarakat harus segera ditindaklanjuti. Saya berharap kita bisa mengatasi keluhan masyarakat," ungkapnya.
"Bila perlu kita bentuk satgas-satgas di lapangan di tingkat bawah. Ini penting sekali, saya berharap apa yang sudah disepakati di sini, kita implementasikan di lapangan. Yang paling penting adalah koordinasi dengan semua aparat. Untuk mengatasi bencana sebagai dampak dari kekeringan ini," kata dia. (Sule)
Berita Lainnya
-
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dukung Karya Inovatif Mahasiswa dalam Academic Expo 2026 Bertema Think Beyond: Innovate For Impact
Kamis, 22 Januari 2026 -
Pilkada Tidak Langsung Dinilai Persempit Politik Transaksional
Kamis, 22 Januari 2026 -
Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Akademisi: Jabatan Jangan Dipandang Sebagai Komoditas Bisnis
Kamis, 22 Januari 2026 -
DPRD Lampung Desak Penindakan Rokok dan Pakaian Ilegal dari Hulu ke Hilir
Kamis, 22 Januari 2026









