Alih Fungsi Lahan, Register 38 Tinggal Kenangan
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Di gunung Emas, sebuah lahan yang menggunung setinggi kira-kira 150 meter di Register 38, Sekampung Udik, Lampung Timur, tidak bisa ditemukan lagi hutan asri. Yang tampak hanya lahan dengan sisa-sisa tonggak jagung, bekas pembungkus makanan ringan, bungkus rokok dan beberapa botol minuman instan. Lokasi register 38 bukan lagi menjadi hutan melaikan sudah menjadi objek singgahan, baik sebatas untuk bersantai atau menggarap lahan.
Terdapat enam jeriken ukuran 35 liter berjajar di pinggir gunung Emas. Jeriken itu berisi air bersih untuk keperluan menggarap lahan tanaman jagung. Tampak di ujung gunung Emas tiga orang sedang membersihkan lahan dengan membakar rumput kering yang sengaja dibersihkan.
Seorang lelaki bertubuh gemuk turun menghampiri wartawan Kupastuntas.co. "Lagi ngapa ya, Mas," nada ramah itu terlontar dari seorang pria paruh baya yang sedang membersihkan lahan.
Dari percakapan, pria yang diketahui bernama Miska, mengaku sedang menggarap lahannya untuk bercocok tanam jagung. "Ya saya menggarap lahan ini sudah lima tahun lebih, tanamannya jagung terus," ujar Miskam, sambil menawarkan air minum.
Ketika disinggung persoalan register, pria yang tadinya ramah tiba-tiba menatap sinis. "Sudahlah Mas ndak usah ngobrol soal lahan register, kami hanya masyarakat kecil yang hanya cari rejeki bertanam di sini," terang Miskam.
Sementara data yang didapat Kupastuntas.co dari Unit Pengelolaan Tekhnis Dinas (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan XII, Register 38 Gunung Balak, dari 22.292 hektare kondisi yang masih benar-benar hutan alami hanya tinggal 10 hektare. Artinya, kerusakan hutan sudah mencapai lebih dari 90 persen.
Kata kepala UPTD KPH XII Windarto beberapa bulan lalu, kerusakan hutan terjadi sudah sejak 1998 akibat alih fungsi tanam yang dilakukan oleh perambah. Tanaman hutan sudah tidak asri lagi akibat maraknya penanaman singkong di lahan register. Tidak hanya itu, bahkan bangunan permanenpun sudah banyak ditemui di Register 38 gunung Balak. (Agus)
Berita Lainnya
-
Presiden Prabowo Kucurkan Rp839 Miliar Tangani Konflik Manusia dan Gajah di Way Kambas
Sabtu, 14 Maret 2026 -
Prabowo Siapkan Banpres Bangun Pagar di Way Kambas, Redam Konflik Gajah dan Warga
Jumat, 13 Maret 2026 -
Usai Tembak Teman Saat Main Kartu, Pemuda di Lampung Timur Menyerahkan Diri ke Polisi
Kamis, 12 Maret 2026 -
Petani Was Was Harga Gabah Anjlok Rp 4.500 per Kg di Lampung Timur
Selasa, 02 April 2024








