Bappeda Bandar Lampung Kekurangan Peneliti
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kurangnya seorang peneliti di lembaga penelitian dan pengembangan (litbang), menjadi masalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di kota Bandar lampung. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bappeda Bandar Lampung Khaidar Mansyah, Senin (26/08/2019).
"Kita punya lembaga tapi tidak punya penelitinya, sehingga program-program penelitian kita menarik (re: menggunakan jasa) konsultan, dan konsultan ini kadang-kadang tidak sesuai dengan maunya kita," ungkapnya saat acara 'Membangun Keselarasan Sumber Saya Manusia Berdaya Saing dan Berinovasi', yang Dihasilkan Pascasarjana IBI Darmajaya Sesuai dengan Kebutuhan Pemerintah Kota Bandar Lampung' di ruang tapis berseri Pemkot Bandar Lampung, Senin (26/8/2019).
"Kita ambil konsultan dari Unila mereka itu saintifik, mereka melihat akademik murni, sedangkan yang kita butuhkan adalah kebijakan, dan ini menjadi problem," tuturnya.
Khaidar juga mengatakan, fungsi litbang di Bappeda ini sangat strategis untuk menentukan langkah pihaknya dalam membangun. Salah satunya yaitu melakukan penelitian dan pengembangan-pengembangan, kajian-kajian, secara kebijikan terhadap apa yang sudah dilakukan, kemudian bagaimana umpan baliknya untuk rencana berikutnya.
"Sebagai contoh pak wali membangun 10 fly over apakah kita pernah melakukan kajian terhadap fly over itu, manfaatnya bagi pembangunan kota Bandar Lampung," ungkapnya.
Ia melanjutkan program unggulan pak wali di bidang kesehatan, yaitu berobat gratis. Dan juga di pendidikan, programnya adalah 'bina lingkungan' semua anak harus masuk sekolah secara gratis. Apakah program-program gratis itu sudah betul-betul mencapakup seluruh masyarakat.
"Apakah kita pernah melakukan survey atau riset ke situ, dan apa kebijakan lebih lanjut yang harus kita ambil, dan itulah sebenarnya fungsi litbang yang belum kita sentuh kita berdayakan untuk hak-hak itu," ucapnya.
Kemudian kata Khaidar salah satu tugas litbang adalah mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM), apa peran yang diambil dengan pengembangan SDM, yaitu dengan mengambil program-program dari pusat untuk kita terapkan di kota bandar lampung.
"SDM kita harus unggul memiliki inovasi, dan mampu berdaya saing. Kita harus melakukan cara-cara baru dalam melakukan pekerjaan kita," kata Khaidar.
Sehingga pihaknya saat ini perlu berkerjasama dengan perguruan tinggi, sehingga penelitian yang dilakukan, memperbaiki kebijakan dan perencanaan yang dibuat ini bisa dilaksanakan. (Sri).
Berita Lainnya
-
Diduga Rem Overheat, Bus Penumpang Terbakar di Tol Bakter
Senin, 15 Juni 2026 -
Mahasiswa Bubarkan Diri, Ultimatum Aksi Massa Lebih Besar Bila Tuntutan Tidak Dipenuhi
Senin, 15 Juni 2026 -
Mahasiswa Akuntansi Universitas Teknokrat Indonesia Ciptakan Inovasi 'Si KULPIS', Kerupuk Kulit Pisang yang Bernilai Ekonomi dan Ramah Lingkungan
Senin, 15 Juni 2026 -
Peringati Hari Donor Darah Sedunia, Akar Hotels & Resorts Lampung Gelar Aksi Donor Darah Bersama UDD Pembina PMI Provinsi Lampung
Senin, 15 Juni 2026








