Polda Lampung Soal Peluru Nyasar di Kampus UBL : Berasal Dari Senjata Bermagasin
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengungkapkan asal peluru yang mengenai tubuh Rahmat Heriyanto, seorang mahasiswa di Kampus Universitas Bandar Lampung (UBL) pada Sabtu (10/8/2019).
"Peluru nyasar itu berasal dari senjata yang bermagasin," jelasnya kepada Kupastuntas.co, Minggu (11/8/2019).
Menurut dia, senjata itu merupakan milik dari Brigadir D yang diserahkan ke Brigadir PJ untuk diperbaiki. Usai diperbaiki Brigadir PJ, terjadilah kesepakatan untuk bertemu di Kampus UBL untuk proses serah terima.
"Brigadir D minta bertemu dengan Brigadir PJ di Kampus UBL. Sewaktu Brigadir PJ mau nyerahin ke Brigadir D, terlebih dulu dicoba oleh Brigadir PJ. Rupanya senjata itu meletus karena tidak sengaja," ujarnya.
Dia menerangkan alasan dari Brigadir D meminta bantuan Brigadir PJ untuk memperbaiki senjata. Berdasarkan pengakuan Brigadir D, Brigadir PJ mampu memperbaiki senjata api.
"Senjata itu dikeluhkan Bripka D ada sedikit agak macet. Brigadir PJ diminta (untuk) memperbaiki. Sesudah diperbaiki, kemudian diyakinkan, rupanya meletuslah," ungkap Pandra, sapaan akrabnya.
Dia mengatakan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung saat ini sedang menelusuri izin dan legalitas dari senjata api yang dimiliki oleh Brigadir D.
"Terkait itu semua masih ditangani dan diselidiki oleh penyidik di Ditreskrimum," imbuhnya. (Ricardo)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
Kamis, 14 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026








