Kecamatan Panjang dan Sukabumi Daerah Paling Rawan Bencana di Bandar Lampung
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung telah memetakan daerah bencana di kota Bandar Lampung. Dari hasil pemetaan itu, dua kecamatan ditetapkan sebagai daerah paling rawan bencana, yakni Kecamatan Panjang dan Sukabumi.
Kepala BPBD Bandar Lampung, Syamsul Rahman mengatakan, dua kecamatan tersebut diindentifikasi rawan bencana pada saat musim hujan maupun musim kemarau. Seperti kecamatan Panjang, kalau musim hujan berpotensi banjir, tanah longsor. Sedangkan kalau musim kemarau, kecamatan tersebut rawan angin puting beliung dan kekeringan air.
“Begitu juga Kecamatan Sukabumi, kalau musim kemarau rawan kekeringan air bersih dan bencana kebakaran di lahan. Namun pada saat musim hujan terdapat puting beliung dan banjir," ujar Syamsul, Senin (22/7/2019).
Sedangkan kalau potensi rawan longsor umumnya terjadi Kecamatan Tanjung Karang Barat dan Sukabumi. Karena banyak wilayah perbukitan. Selain itu, potensi angin puting beliung juga terdapat di Kecamatan Sukaraja, Bumi Waras, dan Teluk Betung Selatan.
“Umumnya terdampak pada angin laut, dan di wilayah pesisir. Namun hal ini tidak pasti juga, karena bisa saja ada di kecamatan lain, seperti kejadian di Sukabumi beberapa waktu lalu, terdampak angin puting beliung," kata Syamsul.
Syamsul menjelaskan, pihaknya memetakan wilayah bencana ini melalui kajian dari konsultan dan steakholder terkait. “Dari kajian inilah kami indetifikasi mana saja kecamatan yang rawan bencana dan personel BPBD maupun pihak terkait tetap siaga," tandasnya. (Wanda)
Berita Lainnya
-
Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
Rabu, 22 April 2026 -
Wakil Ketua I DPRD Lampung Kostiana Sayangkan Menu MBG Basi di Garuntang, Desak Perbaikan Kualitas Layanan
Rabu, 22 April 2026 -
Kasus Korupsi Lahan Kemenag, Terdakwa Thio Sulistio Mengaku Alami Tekanan Mental Berat
Rabu, 22 April 2026 -
Tingkatkan Keterampilan Pertolongan Pertama, Klinik Pratama UIN RIL Gelar Bimtek Basic Life Support
Rabu, 22 April 2026








