Selama Seminggu, Ratusan Prajurit Brigif 4 Marinir Latihan Tempur di Hutan Rawa Pesawaran
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Brigade Infanteri (Brigif) 4 Mar/BS resmi membuka Latihan Satuan Lanjutan (LSL) 1 Triwulan II tahun 2019. Pembukaan latihan ini dipimpin oleh Wadan Brigif 4 Mar/BS Letkol Marinir Datuk Sinaga, mewakili Danbrigif 4 Mar/BS Kolonel Marinir Ahmad Fajar di Pantai Marines Eco Park, Padang cermin, Pesawaran, Rabu (17/07/19).
Ratusan prajurit dari Batalyon 7 dan Batalyon 9 Marinir ini akan mengikuti latihan selama seminggu di wilayah Pesawaran. Terutama di daerah terdapat medan gunung, muara dan rawa. Lokasi seperti ini sangat cocok sebagai tempat latihan pasukan pendarat khususnya Marinir.
Letkol Marinir Datuk Sinaga mengatakan, Brigif 4 Mar/BS sebagai bagian Integral Korps Marinir memiliki tugas pokok dalam menjaga kedaulatan NKRI bersama satuan TNI lainnya. Tugas tersebut bukanlah tugas yang ringan dan berisiko.
“Oleh karena itu kesiapan setiap unsur satuan pelaksana jajaran Brigif 4 Mar/BS harus senantiasa terjaga. Naluri tempur yang baik hanya dimiliki oleh satuan yang rajin berlatih dan tidak mengenal lelah untuk mengasah kemampuan. Sehingga latihan ini perlu dilaksanakan dan terukur,” katanya.
Ia berharap, seluruh peserta latihan serius, dan disiplin serta memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan dengan baik dalam melaksananakan kegiatan latihan tersebut. Sehingga sasarannya dapat tercapai.
“Latihan ini sangat penting karena merupakan sarana untuk menyamakan visi, interprestasi dan persepsi guna merumuskan langkah-langkah ke depan sesuai dengan kapasitas dan kewenangan masing-masing,” imbuhnya.
Dalam pembukaan latihan ini, turut hadir para Perwira Staf, Komandan Satlak, Komandan Puslatpur Teluk Ratai dan Perwira jajaran Brigif 4 Mar/BS. Latihan ini juga didukung oleh satuan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 8 Marinir Teluk Ratai sebagai satuan pelatih Marinir di wilayah Lampung.
Sementara, Komandan Puslatpur Marinir 8 Teluk Ratai, Mayor Marinir Data berpesan, bagi personel yang terlibat sebagai tim penilai dalam latihan ini agar bersungguh-sunguh melihat dan mengawasi seluruh kegiatan latihan. Mulai dari kesiapan personel, fisik mental, kemampuan teori, taktis, serta kesiapan pelaksana latihan.
“Yang terpenting pengawasan dalam keselamatan personel, karena Marinir banyak bermain di gunung, muara dan rawa yang tingkat kerawanan sangat tinggi. Baik dari perubahan cuaca dan juga tempat latihan ini sangat rentan dengan penyakit malaria,” tandasnya. (Rls)
Berita Lainnya
-
Kenaikan Harga Plastik Tekan Pelaku Usaha Tahu di Bandar Lampung, Biaya Produksi Naik Hingga Dua Kali Lipat
Rabu, 08 April 2026 -
UniRank 2026: UIN Raden Intan Lampung Kembali Masuk 6 Besar PTKIN
Rabu, 08 April 2026 -
Harga Plastik Naik, Disperindag Lampung Imbau Industri Tahu Tempe Gunakan Daun Pisang
Rabu, 08 April 2026 -
Lewat Kemah Sastra 2026: Ari Pahala Tegaskan Puisi sebagai Cara Memahami dan Memaknai Dunia
Rabu, 08 April 2026








