Bupati Pesibar: Tapis Karya Seni Tangan Kreatif Pengrajin Lampung yang Perlu Dilestarikan
Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Kerajinan tapis merupakan karya seni hasil tangan kreatif para pengrajin di provinsi Lampung yang harus terus dilestarikan. Hal tersebut dikatakan Bupati Pesisir Barat (Pesibar) Agus Istiqlal dalam acara bimbingan teknis bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) kerajinan tapis, diHotel Sartika Pekon Seray kecamatan Pesisir Tengah, Senin (01/07/2019).
"Kerajinan tapis merupakan sebuah karya seni yang dibuat oleh tangan-tangan kreatif para pengrajin di kabupaten khususnya dan provinsi lampung pada umumnya," ujar Bupati Pesibar, Agus.
Dilanjutkannya, kembali kepada sejarah, kabupaten Pesibar merupakan salah satu daerah penghasil kerajinan tapis ternama sejak dahulu. Dari hasil produknya yang sangat unik dan rapi memberikan nilai estetika yang tinggi bagi para penikmatnya.
"Sehingga dianggap perlu untuk dilestarikan dan dikembangkan menjadi aneka produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas," ungkapnya.
Ditandaskannya, seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan minat pasar yang terus berubah, maka pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dituntut untuk terus berinovasi mengimbangi perkembangan permintaan pasar.
"Dengan adanya semangat kewirausahaan yang kuat, dapat menciptakan lapangan kerja sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang makin berkembang," pungkasnya.
Hadir pada kesempatan itu, ketua TP.Pkk Hj.Septi Istiqlal, Direktur IKM Kimia Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka RI Ir.E.Ratna Utarianingrum,M.Si., Ketua Dharma Wanita Farida Miladia Lingga, Seluruh Kepala OPD dan 20 pengrajin Tapis. (Nova)
Berita Lainnya
-
Satu Jenazah Teridentifikasi, Polisi Autopsi Mayat Tak Utuh di Pantai Walur
Senin, 02 Februari 2026 -
Mayat Kedua Ditemukan di Pantai Walur, Berjarak 200 Meter dari Temuan Mayat Tanpa Kepala
Minggu, 01 Februari 2026 -
Dua Warga Pesisir Barat Hilang Terseret Banjir Bandang Sungai Way Halami
Sabtu, 31 Januari 2026 -
Perahu Terbalik, Nelayan Hilang di Pesibar Ditemukan Meninggal 500 Meter dari Lokasi Kejadian
Minggu, 25 Januari 2026









