RS Imanuel Akui Tak Bisa Lagi Melayani Pasien BPJS Karena Akreditasi
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Terputusnya kontrak BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan dengan rumah sakit Imanuel Bandar Lampung sejak 1 Mei 2019 cukup membuat ketar-ketir masyarakat anggota JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
Lalu bagaimana nasib pasien BPJS Kesehatan yang sudah telanjur masuk rumah sakit?
"Kalau masuk pas sebelum putus kontrak tetap masuk pelayanan," kata Kasubag Humas RS Imanuel, Alquirina saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (2/5/2019).
Ia mengatakan, terputusnya kontrak dengan BPJS cukup membuat pasien terkejut dan bertanya-tanya, sebab perhari saja, pengguna pasien BPJS kelas 2 saja mencapai 150 sampai 200 pasien.
"Namun kami sudah jauh-jauh hari sampaikan kalau RS Imanuel sementara tidak bisa melayani pasien pengguna BPJS," ujarnya.
Ia mengakui, terputusnya kontrak dengan BPJS karena masalah akreditasi. Dan pihaknya pun sedang melakukan proses pengurusan ke Komite Akreditasi Rumah Sakit di Jakarta.
"Akreditasi kami sudah habis, dan ini sedang melakukan proses perpanjangan. Setidaknya sampai Juni," ucapnya.
Ia pun menegaskan, jika akreditasi ini sudah diperpanjang, maka RS Imanuel bisa kembali melayani pasien pengguna BPJS.
Sebelumnya, Rumah Sakit Imanuel mengeluarkan pengumuman melalui selembar kertas yang isinya sementara tidak melayani pasien pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosias (BPJS) Kesehatan. Pasien yang sudah telanjur datang ke rumah sakit tersebut harus mencari alternatif lainnya.
Surat selebaran itu pun ramai diperbicangkan di masyarakat, karena informasi tersebut tersebar di media sosial. (Wanda)
Berita Lainnya
-
BGN Jamin Dapur MBG Disetop Tak Dapat Insentif Rp 6 Juta
Rabu, 29 April 2026 -
Peringati Hari Kartini, Prodi PIAUD FTK UIN RIL Sorong Penguatan Peran Perempuan
Rabu, 29 April 2026 -
Angin Kencang Rusak Plafon Gedung Pemkot Bandar Lampung, Listrik Padam
Rabu, 29 April 2026 -
Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga di Sukabumi Bandar Lampung, Polisi Amankan Senpi
Rabu, 29 April 2026








