TKD Jokowi-Ma'ruf Amin Gelar Training Saksi Khusus Kawal Suara Pilpres
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Tim Koalisi Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) capres cawapres 01 Joko Widodo Jokowi-Ma'ruf Amin menggelar Training of Trainers kepada saksi-saksi yang dibentuk untuk mengawal suara capres Jokowi-Ma'ruf Amin pada pemilu 2019 mendatang di Hotel Nusantara Selasa (12/03/2019).
Direktur Saksi TKD Abdullah Sani mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 75 saksi yang tersebar di 15 Kabupaten kota di mana masing-masing kabupaten akan ada 5 saksi pada Pilpres 2019 mendatang.
"Saksi-saksi diberikan training untuk menjadi tutor bagi para saksi yang akan di tempatkan di setiap TPS. Jadi kita belum masuk ke saksi TPS, tapi kita sedang menyiapkan tutor-tutor trainer yang akan melatih para saksi yang tersebar di 26.265 TPS," ungkapnya.
Sani menerangakn, saksi-saksi tersebut akan diberikan materi langsung oleh 5 pemateri dari Tim Koalisi Nasional (TKN) yakni Yahya, Ahmad Sakiran, Wiliam Ciputra, Deni Pinta Adiyaksa dan Risandi. Kelimanya bertugas memberikan materi bagaimana cara menjaga suara mulai sebelum pemungutan suara hingga hari pemungutan suara.
"Pelatihan hari ini kita paparkan tugas saksi dan sistem IT yang dibangun. Jadi ada manual dan IT jalan. Di mana sistemnya berbasis foto dan data online c1 masuk kamar hitung didata," lanjutnya.
Sani juga menegaskan, saksi-saksi tersebut ditugaskan tidak untuk mengawasi suara parpol maupun caleg melainkan khusus mengawasi suara capres. "Saksi ini kan tentaranya paslon, kader partai yang menjadi ujung tombak di pusat pertempuran di TPS. Mereka juga bertugas memastikan C6 sudah sampai di rakyat apa belum. Saksi melibatkan kader partai koalisi. Mereka berbeda dari saksi partai," kata dia.
Selain itu Sani juga menjabarkan, rekrutmen telah dilakukan oleh partai koalisi sebelumnya. Seluruhnya terdiri parpol koalisi PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Perindo, PSI, PKPI, PBB, sedangkan terkait soal biaya pihaknya belum bisa menerangkan karena masih dalam tahap pembicaraan dengan seluruh partai koalisi. "Kalo soal ini belum bisa disampaikan karena masih dalam perundingan antar parpol koalisi dan calon," tandasnya. (Sule)
Berita Lainnya
-
RS Urip Sumoharjo Raih Sertifikat Akreditasi Paripurna dari LAFKI
Sabtu, 14 Februari 2026 -
Soroti Penghentian MBG di SDN 2 Sukarame, BGN Minta Segera Laporkan
Sabtu, 14 Februari 2026 -
Maling Gasak Mobil di Kedamaian Bandar Lampung dan Nyaris Tabrak Korbannya
Sabtu, 14 Februari 2026 -
RS Urip Sumoharjo Gelar Mini MCU untuk Peserta AIA, Perkuat Komitmen Layanan Kesehatan Profesional
Sabtu, 14 Februari 2026









