Satu Pasien Asal Lamteng Dirawat di Ruang Isolasi Flu Burung RSUDAM
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - NA (3) terpaksa harus dirawat di ruang isolasi flu burung RSUD Abdul Muluk sejak Sabtu (9/2) lalu, lantaran diduga mengidap penyakit difteri.
Ibunda NA, Maryatun (52), kepada Kupastuntas.co menerangkan, sejak seminggu yang lalu anaknya mengalami demam tinggi, badan lesu, pusing, dan tak mau makan.
"Awalnya dikira demam biasa jadi nggak terlalu diperhatiin, Senin-Selasa kemarin belum dibawa berobat karena memang masih repot juga. Hari Rabu karena masih belum sehat baru dibawa ke dokter, udah dikasih obat dan sebagainya," terang warga Terbanggi Ilir, Bandar Mataram, Lamteng tersebut.
Ia menjelaskan, Jumat sore sekitar pukul 5 ketika bangun tidur, anaknya mengalami sesak nafas. Ia panik, tetapi Jumat malam itu sedang hujan deras, sehingga baru pada Sabtu pagi anaknya dibawa ke Medical Center.

"Di sana langsung masuk UGD dan dikasih oksigen, tapi masih tidak ada perbedaan. Begitu setelah dikasih obat, baru keliatan itu di mulutnya putih-putih gitu, sebelumnya cuma keliatan merah aja. Dokternya juga kaget, katanya difteri, makanya langsung dibawa kesini," ujarnya.
Sementara itu, pengawas ruang isolasi RSUDAM, Ali Hanani menyebutkan bahwa pihaknya menempatkan pasien di ruang isolasi karena dikhawatirkan akan menular.
"Sudah kita beri tindakan medis, sampel selaput di mulutnya sudah dikirim ke Jakarta, yang menentukan positif atau negatif difteri dari sana nanti. Mungkin seminggu lagi hasilnya keluar," ujarnya.
"Alhamdulillah sekarang sudah mendingan, panasnya sudah turun. Kemarin lemas banget, sekarang sudah bisa nangis," pungkasnya. (Farhan)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








