Sampah Menumpuk Akibat Truk Pengangkut Rusak, Warga Tanjung Senang Akan Datangi Kantor BPLHD
Kupastuntas.co, Bandarlampung – Sejumlah warga Lingkungan I Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung mengeluhkan sampah rumah tangga yang sering tidak diangkut petugas kebersihan.
Ketua RT 01 Lk 1 Pematang Wangi, Najamuddin, mengatakan bahwa hal ini sering terjadi, karena pengemudi kendaraan sampah beralasan kendaraannya sering rusak dan mogok.
“Ini sebenarnya masalah klasik. Sudah sering mobil sampah tidak datang. Kadang sampai dua pekan baru diangkut. Padahal, perjanjian satu minggu, dua kali diangkut. Kenyataannya, sering tidak datang,” katanya
“Kita sudah tanya dan selalu dijawab alasan mobil rusak dan mogok. Karena memang mobilnya tua. Sering patah as dan baknya rusak. Bahkan, bannya juga sudah gundul. Artinya, armadanya sudah tidak layak," katanya.
Menurut dia, kalau sudah tidak layak, seharusnya armada tersebut diganti. "Karena warga di sini bayar retribusi sampah Rp5 ribu per kepala keluarga. Di lingkungan sini ada 900 KK (kepala keluarga),” tandas Najamuddin.
Abdul Sahal, warga lainnya, berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bisa mengatasi masalah sampah yang sering tidak diangkut di wilayah Pematang Wangi. Karena keluhan warga ini sudah lama, bahkan sudah satu tahun lebih.
“Ini sudah lama masalah ini. Seharusnya ada solusi. Ganti mobil sampahnya. Kalau tidak, ganti armada yang roda tiga saja. Kalau dibiarkan, masyarakat rugi. Apalagi sampah itu sumber penyakit,” ungkap Sahal.
Hal sama dikatakan Muchlas. Dia mengaku sudah mengecek langsung armada sampah milik BPLHD Bandar Lampung yang beroperasi di Kelurahan Pematang Wangi.
“Sebenarnya armadanya sudah tua, tidak layak. Kami pernah cek dan setop mobilnya. Kondisinya memprihatinkan. Ban gundul, bak keropos, tangki sudah ditambal. Bahkan, kata sopirnya susah menanjak,” ucap Muchlas.
Muchlas menambahkan, atas kondisi tersebut, warga berencana mendatangi BPLHD untuk mencari solusi terkait masalah sampah di wilayah Pematang Wangi.
“Kita akan datangi dinasnya, biar ada solusi. Tidak bisa dibiarkan begini terus. Karena warga bayar retribusi, dan itu juga berdampak pada lingkungan,” tandasnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala BPLHD Bandar Lampung, Syariwansyah, nomornya dalam keadaan tidak aktif. (Wanda)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








