Presiden Jokowi: Dana Desa Rp 187 Triliun, Hati-hati Menggunakannya
Sabtu, 22 Desember 2018 - 10.39 WIB
63
Kupastuntas.co, Makassar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati dalam menggunakan dana desa yang disebutnya mencapai Rp 187 triliun. Menurut Jokowi, jumlah tersebut sangat besar.
"Sampai saat ini dan yang akan kita kucurkan Rp 187 triliun. Hati hati ini uang yang sangat besar. Uang yang besar sekali," kata Jokowi saat menghadiri acara Jambore Desa di gedung Wisma Negara, di Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Sabtu (22/12/2108).
"Saya titip hati-hati dalam penggunaan. ini betul betul fokus, tepat sararan dalam penggunaan dana desa," sambungnya.
Angka itu disebut Jokowi telah dikucurkan pemerintah sejak 2015 hingga 2019 nanti. Dia meminta anggaran tersebut digunakan untuk belanja barang keperluan membangun infrastruktur desa seperti jembatan.
"Saya titip terutama dalam penggunaan dana desa diarahkan dalam pembelian barang," ujarnya.
Pembelian barang dengan dana desa itu, menurut Jokowi, harus dilakukan di desa atau daerah sekitar tersebut. Tujuannya agar dana desa tak kembali lagi ke kota.
"Selalu membeli di lingkungan desa. Buat jembatan, batu beli di desa itu, kalau nggak ada beli di lingkungan dekat desa tapi jangan keluar dari situ. Saya ingatkan nilainya Rp 187 triliun jangan sampai kembali ke kota dan Jakarta. Artinya uang yang ada di desa semakin banyak," ucap Jokowi.
Dalam acara ini, Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana. Tampak juga Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang ikut mendampingi Jokowi di acara ini. (dtk)
Berita Lainnya
-
Pleno Penetapan Digelar, 270 Peserta Didik Sekolah Rakyat Kota Baru Segera Diumumkan
Selasa, 23 Juni 2026 -
Rail Clinic KAI Singgah di Sukamenanti, 250 Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis
Selasa, 23 Juni 2026 -
PSPB UIN RIL Gelar Workshop Pengembangan Instrumen Asesmen HOTS dalam Pembelajaran Biologi
Selasa, 23 Juni 2026 -
Bertema 'MBG', 55 Tenan Jadi Wadah Berlatih Kewirausahaan Mahasiswa Psikologi Islam UIN RIL
Selasa, 23 Juni 2026








