Solidaritas Perempuan Sebay Lampung Tuntut Perlindungan Pekerja Migran
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sekitar 40an massa dari Solidaritas Perempuan Sebay Lampung menggelar aksi damai di Tugu Adipura, Selasa (18/12/2018). Meski sempat diguyur hujan, puluhan massa aksi tersebut tetap menyampaikan aspirasinya memperjuangkan hak pekerja migran khususnya kaum perempuan.
Ketua Umum Solidaritas Perempuan Sebay Lampung, Armayanti Sanusi menerangkan, aksi yang digelar hari ini bertepatan dengan momen Hari Migran Internasional 2018.
Menurutnya, peraturan yang ditetapkan Pemerintah saat ini, baik pusat maupun daerah, belum sepenuhnya melindungi hak-hak pekerja migran. Seperti UU no 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran.
Kemudian UU no 39 tahun 2004 yang dinilai memuat peraturan diskriminatif terhadap kaum perempuan, seperti pelarangan terhadap perempuan hamil, dan kewajiban surat izin suami saat hendak bekerja.
"Di Lampung sendiri, kebijakan yang ada belum mencakup perlindungan yang menyeluruh pada setiap tahapan migrasi, sehingga pelanggaran hak dan ketidakadilan masih banyak dialami oleh buruh migran. Dan 70 persen dari para buruh migran itu adalah perempuan," katanya. (Farhan)
Berita Lainnya
-
Universitas Teknokrat Indonesia Salurkan Zakat Mal ke Panti Asuhan Kasih Ibu, Anak-Anak Panti Doakan Teknokrat Besar dan Berkembang
Kamis, 05 Maret 2026 -
Universitas Teknokrat Indonesia Salurkan Zakat Mal ke Panti Asuhan Bussaina
Kamis, 05 Maret 2026 -
KPPU Ungkap Praktik Tying pada Penjualan Minyakita di Metro dan Bandar Lampung
Kamis, 05 Maret 2026 -
Universitas Teknokrat Indonesia Salurkan Zakat Mal ke Panti Asuhan Surya Mandiri, Wujud Kepedulian dan Dukungan SDGs
Kamis, 05 Maret 2026









