Pemprov Lampung Janji Bangun Jalan Menuju TNWK
Kupastuntas.co, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berkomitmen meningkatkan sektor pariwisata Lampung di berbagai daerah, salah satunya Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur.
Dukungan tersebut diwujudkan dengan menggelontorkan dana sebesar Rp10 miliar untuk meningkatkan akses jalan menuju TNWK, dan memperbaiki infrastruktur serta fasilitas penunjang lainnya.
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Theresia Sormin, pada pembukaan Festival Way Kambas XVIII, di TNWK, pada Jumat (9/11/2018) mengungkapkan, berbagai upaya membangun sektor pariwisata, membuahkan hasil. Dalam lima tahun terakhir, wisatawan mancanegara mengalami pertumbuhan sekitar tujuh kali lipat. Ekonomi Provinsi Lampung tahun 2017 pun tumbuh sebesar 5,17 persen.
“Ke depan akses menuju ke TNWK akan semakin mudah dengan beroperasinya Jalan Tol Trans Sumatera dan meningkatnya status Bandara Raden Intan II menjadi internasional. Hal ini tentunya dalam upaya mendukung Lampung menjadi destinasi wisata nasional dan internasional," jelas Theresia.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pemasaran Area IV Regional VII, Kementerian Priwisata Heri Hermawan menyampaikan, kunci pengembangan pariwisata tidak hanya destinasi yang menarik, tetapi harus diiringi dengan festival.
“Festival akan membuat destinasi wisata semakin dikenal, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara," jelas Heri.
Kementerian Pariwisata siap bersinergi dengan seluruh pimpinan dan instansi Lampung Timur dalam meningkatkan destinasi pariwisata. "Pak Presiden terus berupaya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Saya berharap Lampung Timur mampu berkontribusi meningkatkan kunjungan ke Indonesia," ujarnya.
Seperti diketahui, pariwisata tentunya tak terlepas dari akses infrastruktur jalan menuju ke lokasi destinasi. Menurut Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo, kondisi jalan yang baik tentunya akan menunjang efisiensi waktu dan mampu menekan biaya transportasi. Sebab pariwisata bukan sekedar jauh atau dekat jarak ke destinasi tapi yang perlu diperhatikan adalah waktu tempuhnya.
“Saya bertemu dengan Kepala Desa Kelumbayan dulu menempuh waktu 5-7 jam kalau mereka ke Bandar Lampung, tetapi hari ini 2,5 jam sudah bisa sampai. Dulu mereka harus menginap tetapi sekarang mereka bisa pergi pulang," ujar Gubernur.
Ketika infrastruktur jalan dan pendukungnya sudah memadai, katanya, barulah promosi mulai dilakukan untuk menjual pariwisata ke wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kita perbaiki dulu promosinya dari mulut ke mulut ketika semuanya lebih clear maka anggaran yang diperbesar di promosi. Kalau yang dijual belum siap, jangan di promosikan habis-habisan dulu. Itu malah bisa buat orang kecewa," tuturnya. (Erik)
Berita Lainnya
-
Mulai 2027 Pemprov Lampung Berikan Beasiswa kepada Pemuda lewat Program 1 Desa 1 Sarjana
Kamis, 25 Juni 2026 -
Mirza: Kemajuan Tidak Ada Artinya Apabila Masyarakat Lampung Kehilangan Jati Diri
Kamis, 25 Juni 2026 -
Polisi Dalami Insiden Pekerja Proyek Kejati Lampung Terluka Akibat Sengatan Listrik
Kamis, 25 Juni 2026 -
Peringati Haul Bung Karno, PDI Perjuangan Lampung Ajak Generasi Muda Warisi Semangat Perjuangan
Kamis, 25 Juni 2026








