• Rabu, 28 September 2022

Pedagang Nuwo Intan Metro Berharap Tempat Barunya Dipromosikan

Jumat, 19 Oktober 2018 - 22.17 WIB
107

Kupastuntas.co, Metro - Pada pelaksanaannya, relokasi para pedagang kaki lima (PKL) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Metro selalu tersendat penolakan-penolakan dari pedagang bersangkutan.

Berbagai alasan bermunculan dan dikemukakan melalui beberapa unjuk rasa. Namun, yang paling mendasar adalah ketidaksiapan pedagang terhadap kenyataan bahwa tempat baru yang harus mereka tempati akan sepi pengunjung.

Sepinya pengunjung ini akan berimbas langsung pada penurunan pendapatan. Seperti yang dituliskan pada spanduk-spanduk saat para pedagang ini melakukan demo di depan kantor Wali Kota Metro, Rabu (17/10), bahwa pendapatan mereka menurun hingga 85 persen.

Meskipun demikian, sebagian dari pedagang ini memilih legawa dan pasrah terhadap peraturan pemerintah tersebut. Namun, mereka meminta kepada pihak pemerintah agar mempromosikan tempat tersebut dengan cara meresmikannya secara formal atau mengarahkan para pegawai pemerintah untuk makan di tempat tersebut secara berkala.

"Ya bisa diarahkan untuk dinas-dinas itu untuk makan disini secara bergantian. Berkala. Atau bisa juga pemerintah untuk mengadakan beberapa acara hiburan yang dapat dilakukan satu kali dalam sebulan. Ya tembang kenangan dulu lah kita, biar orang-orang juga tau kan tempat baru kita," terang Tuti, salah satu pedagang ayam geprek beberapa hari lalu.

Mengetahui informasi tersebut, Pemkot Metro melalui Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Ir. A. Nasir, A.T.,MM memberikan respon positif.

"Saya bilang sama Roji (salah satu pedagang), nanti malem saya kesana. Padahal ada tamu nih. Dari luar kota pula. Pokoknya saya kesana. Saya juga seneng banyak anak-anak muda di sana. Intinya saya suka kalo untuk kemajuan Metro," kata Nasir, Rabu (17/10).

Selain itu, banyak juga masyarakat Kota Metro yang merespon baik dan melakukan tindakan persuasif untuk turut meramaikan tempat tersebut. Seperti yang tertulis di grup Facebook Metro Kita Punya.

"Yuk ramein. Dukung ekonomi kerakyatan. Siap buat event," tulis salah satu netizen.

"Kami doakan semoga hari-hari ke depan jadi ramai. Optimis dong," tulis netizen lain. (Firman)

Editor :