Presiden Bank Dunia Kutip Ucapan Soekarno dalam Pidatonya
Liputan6.com, Nusa Dua - Pada Jumat (12/10/2018), Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali mencapai puncaknya ketika Presiden Joko Widodo, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim menyampaikan pidato pamungkas.
Jokowi membahas perang dunia yang mengalihkan perhatian dari isu yang lebih penting, Lagarde bicara ketidaksetaraan ekonomi, dan Kim berbagi kisah tentang pembangunan manusia.
Menariknya, bos Bank Dunia Kim turut membawa nama Presiden Soekarno dalam pidatonya. Ia mengenang saat Soekarno bicara di hadapan peserta Konferensi Asia-Afrika pada lebih daris setengah abad lalu.
"Pada tahun 1955, Indonesia jadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika di Bandung, sebuah pertemuan 29 negara yang baru merdeka yang di antaranya mewakili hampir setengah rakyat dunia," ucap Kim.
Pada konferensi tersebut, Kim menyebut Soekarno pernah menantang para pemimpin negara tamu. Tantangan tersebut adalah agar para negara tidak mengikuti rasa takut mereka.
"Presiden Soekarno menantang para pemimpin agar tidak dipandu oleh ketakutan mereka. Saya kutip: dipandulah dengan harapan dan tekad, dipandulah dengan cita-cita dan, ya, dipandulah dengan impian," ucap Kim menirukan Soekarno.
Kim menekankan bahwa impian Bank Dunia adalah memberantas kemiskinan. Menurut dia, dunia ini sudah mendekati target tersebut. "Impian kita adalah dunia yang bebas dari kemiskinan, dan kita tidak pernah lebih dekat dari impian itu," ucap pria kelahiran Seoul itu.
Namun, Kim mengingatkan agar para bangsa-bangsa serius melakukan investasi kepada rakyat mereka. Ia percaya bahwa kemajuan suatu negara terletak pada sumber daya manusia. (Lip6)
Berita Lainnya
-
TB Hasanuddin Soroti Anggaran Latsarmil Manajer Kopdes Merah Putih, Rp30 Juta per Peserta
Senin, 29 Juni 2026 -
Meski Lima Peserta Meninggal, Pemerintah Pastikan Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih Tetap Berlanjut
Senin, 29 Juni 2026 -
Peringkat Daya Saing Indonesia Merosot ke Posisi 48, Pemerintah Siapkan Satgas
Senin, 29 Juni 2026 -
Anggaran Riset RI Anjlok hingga Rp4,7 Triliun, Penelitian Terancam Berhenti di Tengah Jalan
Senin, 29 Juni 2026








