• Rabu, 28 September 2022

Ketua DPRD Kota Metro: Masyarakat Adalah Elemen Penting Pemberantas Narkoba

Kamis, 11 Oktober 2018 - 11.40 WIB
45

Kupastuntas.co, Metro – Tertangkapnya terduga pengguna narkotika jenis sabu berinisial AG (31), dalam rumahnya di Kecamatan Metro Barat, beberapa hari lalu sontak membuat BNN Kota Metro menetapkan dua zona merah.

Ditambah lagi, adanya dugaan kuat bahwa pengedar berinisial FA berhasil meloloskan diri. Keadaan memprihatinkan sungguh disayangkan oleh Ketua DPRD Kota Metro, Anna Morinda, mengingat Kota Metro merupakan kota pendidikan.

"Suatu kota yang terbuka, pasti ada sisi positif dan negatifnya. Di satu sisi perekonomian kita pasti bergerak. Kita menjadi kota yang terbuka. Jadi pasti ada hal negatifnya yang ikut masuk," tambahnya.

Berita Terkait: BNN Tetapkan Zona Merah Peredaran Narkoba di Metro, Ini Dia Tempatnya

Menurutnya, Kota Metro yang menjadi kota pendidikan, dengan sendirinya membuat kota ini banyak dihuni oleh penduduk dari luar kabupaten bahkan dari luar kota atau provinsi. Heterogenesitas penduduk ini secara alami berdampak pada budaya, kebiasaan, dan pergaulan yang beraneka ragam pula.

"Itu justru menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan tindakan preventif dari warga sehingga jangan sampai peredaran miras, narkoba dan kehidupan yang tidak sesuai menurut etika kita sebagai warga Indonesia. Siapa pengaman yang paling kita harapkan? Ya masyarakat di sekitarnya," jelas Anna.

Berita Terkait: Bandar Narkoba Kabur, Satu Pemakai Berhasil Diamankan Polres Metro

Anna juga menjelaskan bahwa jika hanya bergantung pada penegak hukum yang berwenang untuk memberantas masalah ini, tentu akan mengalami kesulitan dan masalah pun tak kunjung selesai. Maka, perlu ada keikutsertaan masyarakat untuk turut mengatasinya.

"Kita  punya perda rumah indekos, perda hiburan, perda miras juga punya. Regulasinya kita sudah lah kalau soal itu. Kita tidak bisa menjalankan regulasi itu sendiri tanpa bantuan masyarakat. Polisi kita juga terbatas. Kalau sudah bicara tentang narkoba itu sudah perang artinya. Mengalah? Jangan sampai. Untuk memeranginya tidak cukup satu elemen saja. Tapi masyarakat harus ikut andil juga untuk memberantas masalah ini," tuturnya. (Firman)

Editor :