• Jumat, 01 Maret 2024

Dukung Home Industri, Wali Kota Metro Wajibkan PNS Beli Batik Buatan Penyandang Disabilitas

Jumat, 05 Oktober 2018 - 08.01 WIB
292

Kupastuntas.co, Metro – Wali Kota Metro, Ahmad Pairin, ternyata punya satu kebijakan unik yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot setempat. Yaitu para PNS wajib membeli batik buatan penyandang disabilitas (difabel) yang ada di Metro. Hal ini guna mendukung perkembangan industri rumahan sekaligus untuk memberdayakan para penyandang disabilitas di daerah tersebut.

Hal ini disampaikan Ahmad Pairin saat jajaran Kupas Tuntas berkunjung ke ruang kerjanya, Kamis (4/10/2018). Kunjungan ini dihadiri Pemred Kupas Tuntas, Zainal Hidayat, Pimprus, Suhaili, Redaktur Pelaksana, Tampan Fernando, Kabiro Metro, Djohan dan beberapa staf.

Bincang-bincang antara kru Kupas Tuntas dengan Walikota berlangsung hangat dan penuh canda tawa, meski tetap fokus membahas berbagai topik terkait pemerintahan dan pembangunan Kota Metro.

“Jadi di sini saya wajibkan PNS yang sudah eselon, mulai dari eselon 1 sampai 4, itu wajib beli batik buatan penyandang difabel. Ini seperti batik yang saya pakai ini,” ujar Pairin sambil menunjukkan batik yang dikenakannya berwarna orange keemasan.

“Batik yang dipakai Kabid Humas ini juga sama, dari sana juga,” imbuh Pairin menunjuk Kabid Humas Pemkot Metro yang turut mendampinginya.

Menurut Pairin, batik ini wajib digunakan setiap hari Kamis. Dan para ASN bebas memilih warna apa saja, tidak perlu seragam. Sementara, untuk harga juga terbilang sangat terjangkau, yakni Rp160 ribu.

Pada kesempatan itu, Ahmad Pairin juga membeberkan beberapa program kerja yang menjadi fokus Pemkot Metro. Seperti pengembangan Kota Pendidikan, hingga penyiapan sarana wisata keluarga. Dalam waktu dekat, Pemkot Metro akan meresmikan salah satu objek wisata terbaru dengan fasilitas flying fox sepanjang lebih 600 meter.

Pairin menyampaikan dari sisi geografis, Kota Metro memang ada keterbatasan, seperti luasnya yang terbilang sempit, hanya 68,74 kilometer persegi dengan 5 kecamatan. Sementara penduduknya hanya sekitar 161 ribu jiwa. Meski begitu, Pemkot Metro tetap memanfaatkan potensi yang ada. Salah satunya bidang pendidikan.

“Kalau kita lihat, jumlah penduduknya cuma 161 ribu jiwa, tetapi Metro punya 14 perguruan tinggi. Ini kan menjadi satu hal yang bisa dimanfaatkan, karena yang kuliah di Metro bukan hanya  warga Metro saja. Nah, dengan banyaknya mahasiswa luar maka banyak juga warung-warung makanan dengan harga sangat terjangkau. Ini tentu berdampak pada peningkatan ekonomi warga,” tutur pria kelahiran 12 Januari 1950 ini.

Sementara, Pemred Kupas Tuntas, Zainal Hidayat mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Metro yang sudah berkenan menerima kunjungan Kupas Tuntas. Ia berharap, ke depan kerjasama Kupas Tuntas dengan Pemkot Metro bisa lebih baik lagi.

“Sebenarnya sejauh ini hubungannya sudah baik. Tetapi kita ingin bermitra lebih baik lagi di tahun depan, sehingga semua kegiatan dan program Pak Walikota bisa disampaikan melalui media, sehingga masyarakat juga tahu. Misalnya tentang batik buatan disabilitas ini, kan kita juga baru tahu, maka perlu juga diketahui masyarakat,” katanya. (Tampan)

Editor :