Organisasi Wanita Pringsewu Bersatu Tangkal Radikalisme
Kupastuntas.co, Pringsewu - Peran wanita di Bumi Jejama Secancanan diharapkan bisa menangkal radikalisme demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan hidup berdampingan dengan damai ditengah perbedaan.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi saat membuka Dialog Tematik Forum Keserasian Nasional dengan tema Optimalisasi Peran Organisasi Wanita untuk Menangkal Radikalisme, di lapangan Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka, Kamis (4/10).
"Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, budaya dan adat istiadat, dan itu adalah sebagai kekayaan Indonesia yang harus disyukuri bukan untuk dipermasalahkan," kata Fauzi.
Ketua Keserasian Sosial Rumpun Seribu Pekon Sukorejo S. Subali mengatakan, keserasian sosial adalah kondisi yang menjamin kehidupan masyarakat hidup saling berdampingan dan damai.
"Untuk itu kita ciptakan sinergitas hubungan masyarakat yang harmonis dan nyaman," ungkapnya.
Ketua Nasyatul Aisyah Pringsewu, Atmi Saptarini selaku narasumber mengatakan, perempuan terlahir dalam kelembutan maka dengan aura kelembutan dalam tubuh wanita bisa menenangkan suasana yang tegang. Dia mengatakan wanita juga merupakan tiang negara.
"Untuk itu mari kita sepakat, perempuan harus bisa menangkal radikalisme," tegasnya.
Pengurus Muslimat NU Kabupaten Pringsewu, Hj. Halimah mengatakan radikalisme bukan ajaran agama Islam dan Islam tidak mengajarkan kekerasan, melainkan manusianya atau ada orang tertentu yang untuk mencapai suatu keinginnanya mengupayakan segala cara seperti kekerasan dan radikalisme.
"Ini yang perlu kita pahami jadi dalam menangkal radikalisme tidak ada kesalahpahaman," katanya.
Ketua PKK Kabupaten Pringsewu Hj. Nur Rohmah Sujadi mengatakan sebagai warga negara Indonesia harus bisa bermanfaat untuk bangsa baik itu laki laki ataupun perempuan. Menurutnya masyarakat juga harus tahu bahwa agama sudah disahkan oleh negara jadi dalam kehidupan harus toleransi dan saling menghormati meskipun ada perbedaan.
"Perempuan selaku ibu merupakan orang pertama yang membimbing anaknya, maka ajarkan sejak dini kepada anak kita hal yang baik baik, seperti pandangan dan pemahaman terhadap perbedaan. Dan satu pesan saya, kalau ada diantara tetangga atau warga baru supaya hati hati, kita awasi gerak gerik mereka," ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Pringsewu Arif Nugroho mengatakan, tahun 2018 ini ada dua pekon yang ditunjuk pusat untuk melaksanakan program Dialog Tematik yakni Pekon Srikaton Adiluwih dan Pekon Sukerojo Pardasuka.
"Kedua pekon ini berbatasan langsung dengan kabupaten lain sehingga berpotensi terjadi konflik," pungkasnya. (Manalu)
Berita Lainnya
-
Fokus Program MBG, Mantan Sekretaris DPD NasDem Pringsewu Mundur dari Kader Partai
Senin, 05 Januari 2026 -
Selama 2025, Polres Pringsewu Tangani 82 Kasus Narkoba dengan 111 Tersangka
Rabu, 31 Desember 2025 -
Korupsi KUR dan KUPEDES, Eks Mantri Bank di Pringsewu Divonis 3 Tahun dan Denda 357 Juta
Rabu, 31 Desember 2025 -
Banding Jaksa Dikabulkan, Hukuman Mantan Sekda Pringsewu Heri Iswahyudi Diperberat
Selasa, 30 Desember 2025









