Cerita Istri-istri Terduga Teroris JAD yang Sulit Temui Suami di Polresta Bandar Lampung
Kupastuntas.co, Bandarlampung – Air mata Ismatul Haeni tak mampu terbendung lagi di kantor Mapolresta Bandar Lampung, pelukannya dan pertemuan singkat kepada suami terbayar usai menunggu selama dua jam.
Diketaui, Ismatul, Selasa (17/9/2018) menjenguk sang suami Nur Choirih, terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) asal Desa Sidorejo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur.
Dia berharap petugas Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri memberikan waktu untuk membesuk sang suami di Mapolresta Bandar Lampung.
"Sudah nunggu dua jam dari jam 12 siang. Kata petugas, harus ada ijin dari Densus. Saya dan anak-anak mau besuk suami saya Nur," katanya saat ditemui di depan Kantor SPKT Mapolresta Bandar Lampung.
Baca Juga: Serahkan Bantuan Benih Padi, Bupati Mesuji Minta Kades Kawal Distribusi Bantuan
Usai menerima rekomendasi resmi dari Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri, Haeni nama akrabnya menuturkan diminta untuk memberikan sejumlah berkas pendukung.
"Setelah digeledah oleh petugas Polwan, tadi diminta juga surat KK, KTP dan Surat Nikah," katanya.
Dia menyatakan, kedatangan dirinya hanya untuk melepas kerinduan sekaligus mengantarkan sejumlah makanan ala kadarnya.
"Cuma bawa makanan saja. Nasi, roti dan cemilan buat suami. Ada juga titipan dari ibu Sri, tujuh bungkus nasi," ucapnya.
Selain dirinya, ada pula Sri Khadijah istri dari Misgianto, terduga teroris jaringan JAD juga. Diamankan di Karang Anyar, Jati Agung, Lampung Selatan.
Sri mengatakan, dirinya pun ingin membesuk sang suami. Namun ditolak karena sebelumnya sudah melakukan kunjungan.
"Kalau aturan dari petugas, setiap bulan itu bisa menjenguk satu kali. Karena saya sudah, saya nggak diberi izin lagi," ungkapnya.
Dia mengakui, adanya barang titipan yang diperuntukkan kepada tahanan terduga teroris lainnya yang berada di dalam sel.
Baca Juga: Bawaslu Usul Foto Caleg Eks Koruptor Dipasang di TPS
"Itu tadi saya masakin buat yang lain. Kan di dalam ada tujuh orang ya. Karena ," imbuhnya.
Usai diijinkan petugas, Haeni beranjak ke sel tahanan Mapolresta Bandar Lampung.
Dari pantauan Kupastuntas.co, setibanya di sel tahanan, Haeni langsung memeluk sang suami. Petugas di lokasi meminta untuk tidak mengabadikan momen kunjungan istri sang teroris.
"Maaf, tolong jangan di foto ya. Ini ruangan privasi," kata petugas bersenjata lengkap. (Kardo)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








