Pelabuhan Bakauheni Berbenah, Dermaga VII Disulap Menjadi Lebih Modern
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dermaga VII Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan yang sedang dikembangkan bakal memberikan pelayanan dan kenyamanan maksimal kepada para penumpang karena dermaga ini dilengkapi fasilitas modern.
Hal itu disampaikan Humas PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bakauheni, Syaifullahil Maslul, saat melakukan kunjungan di Lampung Timur, Sabtu (1/9).
"Kelebihan dermaga itu, penumpang akan lebih nyaman, karena dilengkapi sarana modern seperti hotel, swalayan, ruang tunggu yang modern, dan pelayanan penjualan tiket juga modern," kata Syaifullahil.
Kelebihan lainnya, lanjut dia, pelayanan di Dermaga VII ini hemat waktu seperti waktu berlayar kapal yang lebih efisien.
Menurut dia, kelas reguler waktu berlayar bisa dua jam setengah, namun kelas eksekutif jarak tempuh bisa satu jam, tapi harga tiket tentunya lebih mahal.
Terkait progres pembangunan fasilitas Dermaga VII, saat ini pengerjaannya masih terus berlangsung.
Ia menjelaskan, dermaganya sudah dioperasikan tapi fasilitas eksekutifnya belum selesai pembangunanya sehingga belum diresmikan.
Pembangunan dermaga eksekutif di Pelabuhan Bakauheni ini merupakan proyek sinergi antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT PP (Persero) Tbk dan PT Patra Jasa.
Proyek dermaga eksekutif di Pelabuhan Bakauheni ini berdiri di atas lahan 48.446 meter persegi.
Dermaga eksekutif ini bakal memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang akan menyeberang dari Sumatera ke Jawa dan sebaliknya melalui kedua pelabuhan ini.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Qodratul Ikhwan, melalui Kabid Sarana Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan Lampung Yudi Mahendra, mengatakan pembangunan dermaga Bakauheni memiliki fasilitas premium, seperti supermarket dan hotel.
“Kapalnya juga baru, di atas 5.000 gross weight tonnage semua,” ujarnya, kemarin.
Dengan adanya dermaga tersebut, kata dia, tentu akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan menyeberang pulau. Sebab, dermaga eksekutif akan memberi kepastian waktu. Sebab, dermaga tersebut hanya mengangkut kendaraan pribadi dan pejalan kaki.
“Biasanya penyeberangan laut bisa memakan waktu dua jam lebih, kalau melalui dermaga eksekutif hanya satu jam, mobil pengangkut barang tidak diperkenankan,” ujarnya. (Erik/Ant)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








