Intensitas Hujan Tinggi, Jalinpanbar di Pesisir Barat Kembali Terputus
Kupastuntas.co, Pesisir Barat – Akibat intensitas curah hujan tinggi yang terjadi sejak Jumat (31/8/2018) di wilayah Kabupaten Pesisir Barat, menyebabkan meluapnya Way Mahnai, sehingga jalan darurat lintas pantai barat (Jalinpanbar) Pekon Mandiri sejati kilometer 20 kecamatan Krui Selatan kembali terputus, Sabtu (1/9/2018).
Meluapnya air sungai Way Mahnai yang disertai dengan hempasan ombak, menggerus timbunan batu dan pasir yang selama ini menjadi jalur yang dapat dilintasi kendaraan.
Dari pantauan Kupastuntas.co di lokasi, akibat dari terputusnya jalan darurat lintas pantai barat tersebut, terjadi penumpukan kendaraan roda empat di badan jalan dari arah Bengkulu yang akan menuju Bandar Lampung dan juga sebaliknya dari arah Bandar Lampung menuju Bengkulu.
Karena tidak dapat melintas, para pengendara khususnya mobil fuso masih menunggu di lokasi.
"Saya tunggu saja sampai air surut, nanti kalau sudah surut dan ditimbun baru lanjut jalan lagi. Mau muter lagi sudah jauh jelas makan waktu dan menambah biaya" ungkap Joko salah satu sopir fuso dari Tangerang menuju Bengkulu.
Menurut Yudi salah satu warga Pekon Mandiri, jalan tersebut sudah mulai tergerus sejak Jumat (31/8/2018) sekira pukul 19.00 WIB.
"Mulai tergerus air itu sekitar habis maghrib terus jam 8 malam itu sudah putus total" terangnya.
Selain itu, dikatakan operator eksavator yang mengerjakan pembangunan jalan tersebut, material pembuat jalan berupa culvert juga hanyut. (Nova)
Berita Lainnya
-
Satu Jenazah Teridentifikasi, Polisi Autopsi Mayat Tak Utuh di Pantai Walur
Senin, 02 Februari 2026 -
Mayat Kedua Ditemukan di Pantai Walur, Berjarak 200 Meter dari Temuan Mayat Tanpa Kepala
Minggu, 01 Februari 2026 -
Dua Warga Pesisir Barat Hilang Terseret Banjir Bandang Sungai Way Halami
Sabtu, 31 Januari 2026 -
Perahu Terbalik, Nelayan Hilang di Pesibar Ditemukan Meninggal 500 Meter dari Lokasi Kejadian
Minggu, 25 Januari 2026









