Atasi Persoalan Distribusi Air Bersih, PDAM Lamsel Akan Bangun Reservoir
Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtajasa Lampung Selatan berencana membuat reservoir atau penampungan air, untuk mengatasi persoalan distribusi air bersih yang sering dikeluhkan oleh masyarakat setempat.
Direktur PDAM Lampung Selatan, M Taufik, menyatakan tampungan itu nanti dapat menampung debit air mencapai 100.000 kubik liter. Sehingga, pihaknya menargetkan apabila reservoir telah ada, pihak PDAM dapat mengalirkan air selama 24 jam non-stop.
"Kalau ini sudah berjalan, masyarakat bisa menikmati air bersih 24 jam," ujarnya usai rapat bersama Asisten Ekobang, Rabu (29/8/2018).
Ia memperkirakan, pembangunan tampungan air mulai akan mulai berjalan pada tahun 2019.
"Pemerintah pusat Alhamdulillah sudah memberikan respon positif atas rencana pembuatan reservoir ini. Makanya, kita minta dukungan kepada pemerintah kabupaten agar ini dapat terealisasi," cetusnya.
Mantan anggota DPRD Lampung Selatan itu menjelaskan, seluruh sumber airnya nantinya akan disalurkan ke dalam penampungan air tersebut, sehingga air dapat dialirkan ke seluruh konsumen secara maksimal.
"Jadi sumber air yang dari Canti, Sukamandi dan lainnya masuk dulu ke reservoir itu yang rencananya akan dibangun di lokasi atas pemandian Way Belerang, Desa Sumurkumbang, Kecamatan Kalianda. Karena letaknya lebih tinggi, jadi aliran air akan lebih besar dan mencakup seluruh konsumen," tandasnya.
Terkait dengan jadwal pendistribusian air yang kerap dikeluhkan masyarakat di areal perumahan di Kalianda, karena air mengalir 4-5 hari sekali, Taufik menyatakan, idealnya penyaluran air milik PDAM memang 3-4 hari.
"Kalau yang di pojok-pojok memang susah jangkauannya. Jadi idealnya dialirkan 3-4 hari, karena memang air ini didistribusikan ke seluruh konsumen. Dengan pembangunan reservoir, ini salah solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut," kata Taufik.
Selain itu, saat ini kondisi mesin sedot air yang berada di sumber mata air Desa Canti sedang dalam kondisi rusak.
"Sejak sebulan belakangan kita menggunakan mesin cadangan. Makanya, langkah jangka pendeknya air ini kita aliri menggunakan mobil," ujarnya. (Dirsah/Edu)
Berita Lainnya
-
Korupsi Dana Desa, Kades Bangunan Lampung Selatan Dijebloskan ke Penjara
Rabu, 29 April 2026 -
Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Natar, Soroti Tantangan Siswa Beragam Latar Belakang
Minggu, 26 April 2026 -
Api Lahap Bangunan Pesantren di Palas Lamsel, Kerugian Capai Rp 50 Juta
Jumat, 24 April 2026 -
Dealer di Lampung Selatan Dibobol Maling, Empat Motor Raib
Jumat, 24 April 2026








