Penggusuran Kampung Pasar Griya Sukarame Diwarnai Tangisan dan Teriakan Warga
Kupastuntas.co, Bandarlampung – Penggusuran yang dilakukan pemerintah bandar lampung membuat tanah Kampung Pasar Griya Sukarame basah dengan airmata dan gema suara teriakam ibu-ibu yang meronta melihat rumahnya digusur, Jumat (20/7/2018).
Baca Juga: Arogansi, Satpol PP Pukuli Warga Kampung Griya Sukarame yang Bertahan
Warga kampung griya yang tersisa 40 Kepala Keluarga dan rata-rata bekerja sebagai pemulung dan pedagang, berteriak dan menangis melihat satu persatu bangunan rumahnya diruntuhkan alat berat.
Penggusuran ini dilakukan oleh pemerintah kota Bandar Lampung dikarenakan lahan milik pemerintah kota bandar lampung yang dulunya dialokasikan sebagai pasar akan dialihfungsikan menjadi gedung Kejaksaan Tinggi Negeri.
Baca Juga: Penggusuran Kampung Pasar Griya Ricuh, Warga dan Satpol PP Saling Pukul
"Kalian liat nanti, anak-anak kami yang akan membalas ini, karma pasti berlaku bagi para penindas," ujarnya. (Sule)
Berita Lainnya
-
Raker UIN RIL 2026 Hasilkan Rumusan Rekomendasi Strategis
Minggu, 19 April 2026 -
Raker UIN RIL 2026, Irjen Kemenag Dorong UIN RIL Bangun Zona Integritas
Minggu, 19 April 2026 -
UIN RIL Siapkan Kemandirian BLU Lewat Layanan Haji dan Umroh Serta Penguatan Ekonomi Umat
Minggu, 19 April 2026 -
PTPN Siapkan 10.000 Ha Lahan Bioetanol untuk Budidaya Singkong di Lampung dan Sumsel
Minggu, 19 April 2026








