Belum Sebulan, Realisasi PAD Retrebusi Aset Daerah Lamsel Tembus 50 Persen
Senin, 09 Juli 2018 - 19.10 WIB
59
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Realisasi penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retrebusi penggunaan/penggarapan aset dan kekayaan daerah oleh masyarakat telah mencapai 50 persen.
Meskipun target keseluruhan PAD yang dikelola oleh Bagian Perlengkapan Setdakab Lampung Selatan terbilang kecil hanya sekitar Rp40 juta, namun penyerapan PAD tersebut baru efektif berjalan pada pertengahan tahun 2018 ini.
"Alhamdulillah, sudah masuk Rp20 juta hingga saat ini," ujar Kepala Bagian Perlengkapan Delfarizi di ruang kerjanya, Senin (09/07/2018).
BACA : 641 Mahasiswa KKN Kebangsaaan 2018 Akan Diterjunkan di Tiga Kabupaten di Lampung
BACA : Serah Terima Rusun ASN Mesuji Masih Terkendala Instalasi Listrik
Ia menjelaskan, penarikan retrebusi dari penggarapan lahan aset oleh masyarakat tersebut berpedoman pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16/2013 tentang retrebusi pemakaian kekayaan daerah.
"Kita baru mulai menarik retrebusi ini habis lebaran kemarin. Saat ini sudah masuk Rp20 juta. Kita optimis, bisa mencapai 100 persen sampai dengan akhir tahun," jelasnya.
Delfarizi menyatakan, tahun ini pihaknya sedang fokus untuk menginventarisir aset-aset/lahan garapan di wilayah Kalianda yang dijadikan sumber PAD.
BACA : Ketua PWI Tulangbawang Berharap Tetap Kompak
BACA : Jorok, Pemkab Tubaba Tutup Kandang Ayam Didekat Sekolah
"Ada beberapa lahan milik Pemkab yang bisa dijadikan sumber PAD. Tahun ini kita selesaikan dulu disini, selanjutnya baru kita inventarisir aset-aset di seluruh Lampung Selatan," jelasnya. (Dirsah/Edu)
Berita Lainnya
-
Diterjang Puting Beliung, Ratusan Kios dan Puluhan Rumah di Lampung Selatan Porak-poranda
Selasa, 03 Maret 2026 -
Lima Warga Diperiksa Penyidik, Ratusan Warga Register 1 Way Pisang Datangi Polres Lampung Selatan
Senin, 02 Maret 2026 -
Sering Beraksi di Tiga Kecamatan, DPO Curas Akhirnya Tertangkap di Lampung Selatan
Senin, 02 Maret 2026 -
Parkir Berbayar di MPP Lampung Selatan Tuai Penolakan, Syaiful Azumar Minta Pegawai Dibebaskan Bayar Parkir
Sabtu, 28 Februari 2026









