Dugaan Money Politics, Panwaslu Tanggamus Sita Ratusan Amplop Berisi Uang
Kupastuntas.co, Tanggamus – Dugaan kasus money politics yang diduga dilakulan salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus, juga Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, di Pekon Sinar Betung dan Singosari, Kecamatan Talangpadang, Kabupaten Tanggamus tengah di proses Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanggamus.
"Kami memang menangani dugaan politik uang yang terjadi di Pekon Sinar Betung dan Pekon Singosari, Kecamatan Talangpadang. Masih kita proses, belum kita tentukan, sebab kita harus dalami dulu dan telusuri. Kita tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Yang jelas, kami perlu waktu lima hari untuk memproses ini,” kata Ketua Panwaslu Tanggamus, Dedi Fernando, Minggu (24/6/2018) malam.
Menurut Dedi, dugaan politik uang di Pekon Singosari dilaporkan IS, dari Masyarakat Peduli Pemilu Kabupaten Tanggamus, dengan terduga penyebarnya adalah SN, mantan Kepala Pekona Singosari Kecamatan Talangpadang. Sebanyak 332 amplop, dimana setiap amplop berisi Rp50 ribu, terdiri dari uang pecahan Rp20 ribu sebanyak dua lembar dan pecahan Rp10 ribu satu lembar.
Baca Juga : Drainase Tak Berfungsi, Proyek Underpass Unila Tergenang Air
Uang dalam amplop tersebut dibagikan SN untuk memenangkan salah satu pasangan calon gubernur Lampung dan pasangan calon bupati.
"Kalau menurut pengakuan SN, dia belum sempat membagikan uang dalam amplop itu. Meski demikian kami akan terus mendalami kasus ini. Proses penyelidikan akan berlangsung selama lima hari ke depan di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu)," ujar Dedi.
Untuk diketahui ada sanksi tegas berupa pidana bagi pelaku money politics, seperti yang telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 sebagaimana perubahan UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada.
”Dalam Pasal 187 poin A hingga D disebutkan, orang yang terlibat politik uang sebagai pemberi bisa dipenjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan atau 6 tahun,” tegas Ketua Panwaskab Tanggamus Dedi Fernando. (Sayuti)
Berita Lainnya
-
Migrasi Data Server, Perekaman KTP-el di Disdukcapil Tanggamus Dihentikan Sementara
Kamis, 25 Juni 2026 -
Ancam Warga Pakai Badik, Pria di Wonosobo Tanggamus Ditangkap Polisi
Kamis, 25 Juni 2026 -
32 Kades di Tanggamus Dilaporkan ke Polisi, Terkait Dugaan Penyimpangan Dana Pemetaan Tanah Rp1,95 Miliar
Selasa, 23 Juni 2026 -
Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Warga Tanggamus, Petani Minta Solusi Nyata Pemerintah
Kamis, 18 Juni 2026








