Penuh Dengan Penghianatan, Teater Lear Berhasil Pukau Penonton, Ini Pesan Sosialnya
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - "Hidup terputus. Menyimpan Api dendam yang tak pernah padam gelisah dalam tubuh dan ruh yang dimakamkan. Bagi mereka, semoga jalan maut berakhir di pintu kehidupan"
Begitulah petikan dialog yang disampaikan oleh penyair salah satu aktor dalam pementasan teater tari yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Universitas Lampung di taman Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Lampung, pada Senin (14/05/2018).
Pertujuak Teater Tari yang berjudul LEAR karya Rio Kishida yang disutradari oleh Ari Pahala Hutabarat Berhasil Membuat Puluhan Pasang Mata terpukau dengan alur cerita yang banyak diwarnai penghianatan seorang anak raja kepada ayahnya hanya untuk menguasai kursi singgasana.
Dalam pementasan tersebut putri sulunglah yang menjadi penyebab segala malapetaka. Kehausannya akan tahta menjadikannya betekad untuk melakukan segala cara untuk melengserkan kedudukan raja, hingga akhirnya ia membunuh ayah dan adik kandungnya bahkan sampai ia membunuh abdinya yang setia membantunya membunuh ayah dan adiknya.
Ari Pahala Hutabarat Sutradara dalam pementasan ini menjelaskan Teater ini merupakan isu politik, seorang raja yang tidak peduli dengan rakyatnya, raja yang senang dengan dirinya sendiri, narsis, sehingga akhirnya dirinya di kudeta dengan anak gadisnya yang juga memiliki sifat yang sama dengan dirinya.
"Jadi kalo raja itu gak sadar diri, kalo pemimpin tidak sadar diri bukan orang lain yang menghancurkan dirinya tetapi dirinya sendiri." Ungkapnya.
Teater bisa jadi ajang pembelajaran untuk diri kita, karena teater merupakan multi intelengen, banyak yang bisa kita kembanglan dalam teater kalau latihan kita benar.
Sementara itu salah satu tokoh teater dan sutradara teater yang ada di Lampung Iswadi Pratama menilai bahwa pertunjukan yang dihelat oleh mahasiswa UKMBS unila cukup menarik dan naskahnya cukup serius, apabila teater mahasiswa sering dilakukan seperti ini akan berdampak baik untuk masa depan teater yang ada di lampung.
"Saya hanya berharap kepada teman-teman yang memang ingin memajukan teater harus lebih gila lagi dalam menggali baik potensi dirinya, artistik, pengalaman, dan terus menggali pengetahuan baik itu nasional dan juga dunia, dengan cara berproses kreatif dengan baik" ungkapnya. (Sule)
Berita Lainnya
-
Tembak di Tempat Pelaku Begal, Instruksi Kapolda Lampung Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif
Jumat, 15 Mei 2026 -
Muhammad Fari Madyan Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Digital Lampung hingga Tembus Perusahaan Internasional
Jumat, 15 Mei 2026 -
Pentas Islami XIX 2026 Universitas Teknokrat Indonesia Perkuat Ukhuwah dan Prestasi Pelajar Muslim Lampung
Jumat, 15 Mei 2026 -
Peduli Lansia, Srikandi PLN UID Lampung Berikan Bantuan Nutrisi hingga Pemeriksaan Kesehatan
Jumat, 15 Mei 2026








