• Rabu, 28 September 2022

Polisi Buru Perampok di Jabung Lamtim

Rabu, 25 April 2018 - 14.14 WIB
63

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Polisi masih mengejar komplotan perampok yang menjarah barang-barang milik Siti Muzainah, yang diduga salah satu pelakunya adalah karyawan perempuannya sendiri, Sela. Perampokan tersebut terjadi di Desa Beteng Sari, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, Minggu (22/04/2018) malam.

Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro melalui Kasubag Humas AKP Faisal mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diperkirakan sedikitnya berjumlah 4 orang. “Kita sudah koordinasi dengan semua jajaran dan masih dalam pengejaran,” ujarnya, Selasa (24/04/2018).

Sementara itu, korban masih menjalani perawatan di RSUD Sukadana akibat pukulan benda tumpul yang dialaminya. Perampokan sendiri berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB, dan menyebabkan korban yang berdagang sembako serta pakaian di pasar, mengalami luka parah di bagian kepala.

Menurut keluarga korban, Rian, perampokan bermula ketika pelaku Sela dan suaminya datang ke rumah korban dengan alasan hendak meminta tanaman bunga untuk anak perempuannya. Karena selama ini sela bekerja dengan korban, maka korban pun tidak berpikir bahwa karyawannya akan berbuat jahat.

Dengan senang hati, korban mempersilakan Sela dan suaminya masuk, yang saat itu juga ada laki-laki lain turut bersama keduanya. Bahkan, korban sempat menjamu tamu-tamunya tersebut layaknya keluarga besar. Maklum, sebagai majikan, korban memang selalu memperlakukan karyawannya dengan baik.

Sayang, saat korban hendak ke belakang, salah seorang dari mereka langsung memukul kepala Siti Muzainah berkali-kali. Korban seketika roboh dan nyaris sekarat. Beruntung, pelaku mengira korban sudah meninggal sehingga berhenti memukulnya.

“Pelaku sempat mengecek denyut nadinya, tapi mungkin karena panik, jadi tidak begitu memperhatikan apakah masih berdenyut atau tidak. Yang jelas, mereka segera kabur membawa dua buah HP dan ATM,” kata Rian.

Korban baru bisa bangkit dan berteriak minta tolong setelah pelaku kabur. Warga yang berdatangan mendapati korban dalam kondisi berdarah, langsung membawanya ke ruah sakit.

Keluarga menduga, pelaku mengincar ATM korban karena mengira korban mendapat arisan sebesar Rp20 juta. Padahal, arisan itu belum didapat. Sementara pelaku Sela memang mengetahui pin ATM karena selama ini sering diminta mentransfer uang melalui kartu tersebut. (Jaya)

Editor :