• Rabu, 10 Agustus 2022

Luput dari Pengawasan, Dua Balita Tenggelam di Galian Irigasi di Lampung Timur

Rabu, 28 Maret 2018 - 19.17 WIB
20

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Dua balita tewas tenggelam di galian irigasi Bendung Gerak Jabung di Dusun II, Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, Selasa (27/03/2018) sekira pukul 18.30 WIB. Keduanya yakni Dava bin Sawan Arifin (4) dan Riyan bin Antoni (3).

Menurut Zainal Abi (27), warga setempat, awalnya mereka hanya bermain di rumah tetangga sebelah. Hal semacam ini lumrah dilakukan keduanya, sehingga orang tua pun tidak merasa khawatir. Namun, hingga menjelang petang keduanya tidak kunjung pulang, bahkan celotehnya pun tak lagi terdengar.

"Ketika disusul ke rumah tetangga, baik Riyan maupun Dava ternyata sudah tidak ada. Praktis, orang tua pun panik. Pencarian dilanjutkan ke rumah-rumah kerabat, tapi hasilnya nihil," ujar Abi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (28/03/2018).

Hilangnya dua balita tersebut dengan cepat tersebar ke seluruh penjuru desa. Tetangga pun tanpa dikomando turut melakukan pencarian, termasuk ke lokasi galian sungai yang akan dijadikan Bendung Gerak Jabung.

"Sempat ada yang kasih informasi bahwa dua bocah ini terlihat bermain di irigasi. Namun saat kita ke lokasi, tidak ada tanda-tanda atau bekas bocah terpeleset atau tenggelam," imbuhnya.

Selang beberapa saat, lanjut Abi, ada seorang penjaring ikan yang mengaku seperti menginjak karung di dasar sungai. Penasaran dengan benda tersebut, penjaring itu pun kembali ke titik sebelumnya untuk memastikan benda yang diinjaknya.

"Benar saja, pas diangkat ternyata itu tubuh Riyan. Kondisinya sudah meninggal dengan tubuh pucat membiru. Diperkirakan sudah berada di dalam air lebih dari setengah jam," ungkapnya.

Setelah mendapat 1 korban, warga pun kembali melanjutkan mencarian di sekitar lokasi. Tak berselang lama, korban berikutnya yakni Dava ditemukan, berjarak lebih kurang 50 meter dari posisi jasad Riyan berada. Meski tampak masih bernyawa, namun kondisinya sudah sangat lemas tak berdaya.

"Dava sempat dilarikan ke rumah seorang bidan dan dikasih oksigen. Meski harapan tipis, namun kami berharap ada keajaiban. Kami berusaha mengupayakan pertolongan lebih lanjut dengan membawanya ke Rumah Sakit AKA Medika Sribhawono. Sayang, sampai di RS nyawanya tak terselamatkan," bebernya.

Lebih lanjut Abi menambahkan, memang tidak ada batas pengaman pada proyek Bendung Gerak Jabung tersebut. Ditambah lagi, saat kejadian suasana lokasi tengah sepi. Tenggelamnya dua balita ini menjadi peristiwa pertama yang sangat memilukan sejak Bendung Gerak Jabung yang digarap PT Wika Winarta mulai dibangun. (Jaya)

Editor :