• Rabu, 10 Agustus 2022

Festival Ogoh-ogoh Berlangsung Meriah Zaiful Bokhari: Bentuk Toleransi Antar Umat Beragama

Senin, 12 Maret 2018 - 09.06 WIB
112

Kupastuntas.co, Lampung Timur- Delapan peserta dari lima kecamatan mengikuti Festival Ogoh-ogoh yang berlangsung di Lapangan Desa Rejobinangun, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur, Minggu (11/03/2018).

Acara dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari, ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali. Tepuk tangan para hadirin terdengar riuh, seolah memberi semangat tersendiri bagi seluruh peserta.

"Ini adalah salah satu rangkaian kalender wisata Kabupaten Lampung Timur tahun 2018. Festival ini sengaja kami akomodir sebagai bentuk toleransi antar umat beragama, karena Lampung Timur memang dihuni oleh banyak suku bangsa. Termasuk masyarakat Hindu Bali yang terus melestarikan budayanya," kata Zaiful.

Selain bentuk toleransi dan dukungan pada upaya pelestarian budaya, Zaiful memastikan event ini sekaligus untuk menarik wisatawan agae berkunjung ke Bumi Tuwah Bepadan. Sebagaimana diketahui, tahun ini ada 101 event yang masuk kalender wisata Pemkab Lampung Timur.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Lampung Timur I Wayan Sutarja menjelaskan, ogoh-ogoh adalah kesenian yang disakralkan terutama sebelum memasuki Hari Raya Nyepi. Namun demikian, ini merupakan simbol angkara murka, sehingga setelah pertunjukan semua ogoh-ogoh akan dibakar.

"Kami masyarakat Hindu Bali yang tinggal dan sudah menjadi penduduk Lampung Timur sangat berterimakasih kepada pemerintah daerah yang peduli dengan keberadaan kami, sehingga Festival Ogoh-ogoh ini dimasukkan dalam kalender wisata," ucapnya.

Adapun lima kecamatan yang berpartisipasi dalam kegiatan kali ini yaitu Kecamatan Sukadana, Way Jepara, Pasir Sakti, Waway Karya, dan tentu saja tuan rumah Raman Utara.

Pantauan di lapangan, antusias warga cukup tinggi untuk menyaksikan perhelatan tersebut. Hal ini jelas membuat peserta semakin bersemangat menunjukkan aksinya di depan dewan juri. Uniknya, ada satu peserta yang mengerahkan kekuatan perempuan untuk mengangkat ogoh-ogoh kreasinya, yakni kontingen tuan rumah dari Sanggar Seni Bhayangkara Duta Werdhi Budaya yang mengusung judul "Khala Ajian Rangda Tiga".

Zaiful ditemani istri, bahkan menyempatkan diri berbaur dengan peserta dan berjoget mengikuti irama musik yang dimainkan peserta.(**)

Editor :