• Senin, 27 Juni 2022

Warga Tanggamus Keluhkan Beras Rastra Kotor dan Bau

Senin, 05 Maret 2018 - 19.48 WIB
222

Kupastuntas.co, Tanggamus - Warga penerima beras sejahtera (Rasta) di Pekon Talang Rejo, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, mengeluhkan beras yang mereka terima kotor, bau apek dan berwarna kuning. Meski tak layak, sebagian warga tetap mengkonsumsinya.

Kepada Kupastuntas.co, Senin (5/3/2018) sejumlah warga penerima rastra mengaku, jatah beras rasta yang mereka terima sejak bulan Januari-Februari 2018, kualitasnya jauh dari kata baik.

"Berasnya kotor banyak debu, bau apek, berwarna kuning dan banyak menirnya. Beras seperti ini tidak layak dikonsumsi," ujar seorang ibu rumah tangga Pekon Talang Rejo, Kecamatan Kotaagung Timur, yang enggan dituliskan namanya, diamini warga lainnya.

Meski demikian, warga mengaku mencoba menyiasati agar nasi dari beras pengganti raskin itu bisa dikonsumsi. Diantara warga ada yang mengoplosnya dengan beras bagus. Atau ada yang dengan cara mencuci beras sampai bersih, dan ada yang menambahkan daun pandan.

"Tapi hasilnya tetap saja bau apek. Saat dimakan rasanya juga hambar, karena mungkin sari dari beras itu sudah habis karena kelamaan disimpan di gudang," kata warga lainnya.

Warga lainnya mengaku terpaksa tetap mengkonsumsi nasi dari beras rasta tersebut, mengingat kondisi ekonomi yang sulit. Sehingga beras jatah tersebut bisa menyambung kebutuhan mereka. "Tetap kami makan, mas. Habis mau bagaimana lagi, keadaan yang memaksa," kata seorang warga.

Sementara sejumlah warga mengaku memilih memberikan jatah rastra tersebut untuk pakan ternak, seperti ayam dan entok. "Kalau saya gak sanggup makan nasi dari beras jatah itu mas. Berasnya saya berikan untuk pakan ayam," kata seorang bapak.

Warga berharap, Pemerintah baik tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Pusat dapat memperhatikan serta meneliti rasta sebelum diberikan kepada masyarakat.

“Ya, diperiksa dulu. Masih ada gizi atau tidak. Jangan hanya diberikan kepada kami lalu bangga dan tidak perhatikan dari segi kesehatan,” kata warga lainnya. (Sayuti)

Editor :