BPBD: Belasan Kecamatan di Bandarlampung Rawan Longsor
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Berdasarakan hasil kajian risiko yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung terdapat lima belas kecamatan di Kota Bandarlampung rawan longsor.
Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandarlampung, Rizki menyatakan 15 kecamatan tersebut termasuk dalam daerah yang tanahnya tidak stabil. "Faktor pemicu terjadinya peristiwa ini adalah lereng yang gundul serta kondisi tanah dan berbatu," ujarnya, Jumat (02/03/2018).
Pemicu utama yang menyebabkan peristiwa longsor adalah curah hujan yang tinggi dam ulah manusia seperti penambangan tanah, pasir dan batu yang tidak teratur.
"Parameter yang dilihat untuk menghitung indeks bahaya tanah longsor adalah lereng di atas 15 persen, arah lereng, tipe batuan, tipe tanah, kedalaman tanah dan curah hujan di wilayah itu," kata dia.
Dari beberapa standar parameter tersebut. Terdapat 15 kecamatan yang berpotensi rawan longsor, yakni Telukbetung Barat, Telukbetung Timur, Telukbetung Selatan, Bumiwaras, Panjang, Kedamaian, Telukbetung Utara, Tenjungkarang Pusat, Enggal, Tanjungkarang Barat, Kemiling, Langkapura, Kedaton, Rajabasa dan Sukabumi.
Namun katanya, 15 kecamatan tersebut masih dalam kategori sedang. Ia berharap agar pristiwa longsir tidak terjadi perlu adanya peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan dan tanggap bencana.
BPBD telah melakukan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik secara fisik struktural melalui pembuatan bangunan-bangunan fisik, maupun non fisik-struktural melalui penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana salah satunya membentuk desa tanggap bencana (destana) khususnya di dua kelurahan yang rawan bencana.
Ia mengatakan, pihaknya telah membentuk dua kelurahan destana yakni Kelurahan Kota Karang dan Kota Karang Raya sebagai wilayah percontohan, Sedangkan untuk daerah lainnya menyusul. (*)
Sumber: lampung.antaranews.com
Berita Lainnya
-
Bocah 4 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Swiss-Belhotel Lampung, Polisi Amankan CCTV
Sabtu, 02 Mei 2026 -
Hardiknas 2026, Komisi IV DPRD: Pendidikan Bandar Lampung Belum Baik-baik Saja
Sabtu, 02 Mei 2026 -
Daya Beli Warga Lampung Menguat, Transaksi Kendaraan Tembus Rp2,5 Triliun di Awal 2026
Jumat, 01 Mei 2026 -
Paradigma Ki Hajar Dewantara ke Disrupsi AI: Mencari Arah Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045, Oleh: Koderi
Jumat, 01 Mei 2026








