Angka Kecelakaan Cukup Tinggi, Kapolres Pesawaran Imbau Ortu Jangan Beri Anak Sekolah Kendaraan
Kamis, 01 Maret 2018 - 14.24 WIB
39
Kupastuntas.co, Pesawaran - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pesawaran menggelar Operasi Keselamatan Krakatau 2018 guna menekan angka kecelakaan. Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful akui angka kecelakaan cukup tinggi.
"Ya, operasi ini akan dilakukan selama 21 hari kedepan dan pada kegiatan ini kita lebih mengedepankan teguran," ujar AKBP Syaiful Wahyudi saat ditemui Kupastuntas.co, usai menggelar apel pasukan Operasi Keselamatan Krakatau 2018 di Mapolres Pesawaran, Kamis (01/03/2018).
Menurutnya, sejauh ini angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Pesawaran masih cukup tinggi. Disebabkan salah satunya karena kesadaran yang kurang maksimal dari masyarakat saat berkendara.
"Salah satu faktor yang kita pantau sejauh ini adalah minimnya keberadaan rambu lalulintas, ditambah lagi kurangnya para kewaspadaan dari para pengendara," katanya.
Dijelaskan, polisi telah berkoordinasi dengan stake holder terkait dan melakukan pemetaan terhadap daerah rawan kecelakaan diwilayah Hukum Polres Pesawaran.
"Kita juga sudah memetakan daerah rawan kecelakaan, seperti di Tegineneng, Gedongtataan dan Padang Cermin. Makanya perlu adanya langkah dan tindakan khusus terhadap daerah yang masuk kedalam daerah rawan kecelakaan tersebut," jelasnya.
Ia pun menekankan kepada pihak sekolah maupun para orang tua (ortu) untuk lebih ketat mengawasi anaknya jika menggunakan kendaraan.
"Polres Pesawaran dengan Dinas Pendidikan juga telah berkoordinasi agar anak sekolah dilarang menggunakan kendaraan saat akan berangkat ke sekolah, oleh sebab itu peran serta orang tua juga sangat penting, terhadap pengawasan anaknya terutama saat berkendara," ucapnya.
Ia pun menerangkan bahwa, tak sedikit terjadinya kecelakaan lalu lintas dialami oleh anak dibawah umur. "Kalau anak di bawah umur itu, yang pertama keterampilan berkendaranya pasti belum cukup baik, tentunya ini membahayakan anak itu dan para pengguna jalan lain," terangnya.
"Maka dari itu, saya sangat mengimbau kepada para orang tua, untuk tidak memberikan kendaraan terhadap anak-anaknya," tutupnya. (Reza)
Berita Lainnya
-
Miris, Sejumlah Guru SMA Negeri 1 Banyumas Pringsewu Terlambat dan Berkeliaran Saat Upacara
Senin, 02 Februari 2026 -
Hilang 14 Hari, Mbah Kaliman Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Gadingrejo Pringsewu
Minggu, 01 Februari 2026 -
10 Lembaga Pendidikan di Pringsewu Terima BOP Kesetaraan 2026 Senilai Rp452 Juta
Senin, 26 Januari 2026 -
Warga Wonodadi Pringsewu Sebut Truk Tambang Penyebab Jalan Rusak
Senin, 26 Januari 2026









