• Minggu, 03 Juli 2022

Defisit Air, Petani di Pematangsawa Harapkan Bantuan Sumur Bor

Rabu, 28 Februari 2018 - 16.17 WIB
31

Kupastuntas.co, Tanggamus - Ribuan petani sawah di Pekon Tampang Tukha, Pekon Tampang Muda, dan Pekon Martanda Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus, sangat membutuhkan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air di areal persawahan mereka.

Karim (65), petani sawah di Dusun Sukadamai, Pekon Tampang Tukha mengatakan, selama puluhan tahun areal persawahan yang tersebar di Pekon Tampang Tukha, Tampang Muda, dan Martanda hanya mengandalkan air hujan (sawah tadah hujan). Dan saat kemarau tiba, para petani setenpat secara otomatis tidak bisa mengolah sawah mereka, karena sawah menjadi kering kerontang.

“Petani disini butuh sumur bor atau sumur pantek untuk mengatasi kekurangan air saat musim kemarau. Untuk membuat irigasi, kendalanya disini tidak ada sungai besar, yang ada cuma siring kecil yang ikut kering saat kemarau. Jadi, jalan keluarnya hanya dengan membangun sumur bor atau sumur pantek,” kata Karim diamini petani sawah lainnya, Rabu (28/2/2018).

Menurut Karim, untuk satu sampai dua hektar areal sawah diwilayah tersebut membutuhkan satu sumur bor, dengan harga pembuatan sebesar Rp2,5 sampai Rp3 juta.  Untuk di Dusun Sukadamai sendiri, sedikitnya membutuhkan 10 sampai 15 unit sumur bor.

“Petani disini sangat membutuhkan bantuan sumur bor. Tetapi kalau dipikul sendiri berat. Untuk itu, mudah-mudahan ada bantuan dan pemerintah,” harapnya.

Selain areal persawahan, dampak kekurangan air juga  mengakibatkan ratusan  hektar tanaman hortikultura diwilayah tersebut  sering mengalami kekeringan dan gagal panen. Seperti cabai, bawang batang, tomat, timun, kacang panjang, kacang merah, kedelai dan sayur-sayuran lainnya.  Untuk itu, petani di daerah itu meminta pemerintah daerah membantu menyiapkan sumur bor guna memenuhi ketersediaan air untuk tanaman padi dan hortikultura.

"Kami butuh air, bukan saja untuk pertanian tapi juga untuk ternak kami seperti sapi, kerbau dan kambing serta itik. Daerah Pematangsawa ini bias jadi sentra pangan untuk Tanggamus bagian barat, jika kebutuhan air kami tercukupi,” kata Nursak (39), petani di Tampang Tukha. (Sayuti)

Editor :