• Jumat, 20 Mei 2022

Warga Tanggamus Kaget Terduga Teroris Berasal dari Derahnya

Minggu, 11 Februari 2018 - 20.39 WIB
60

Kupastuntas.co, Tanggamus - Sejumlah warga Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, mengaku kaget dan tidak percaya kabar penangkapan warganya, M. Jefri (32) sebagai salah seorang terduga teroris yang telah melakukan aksi teror di sejumlah wilayah Indonesia.

Rohani (41), salah seorang warga Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kotaagung mengaku kaget saat dirinya mendapat khabar jika Muhammad Jefri (32), salah seorang warga Kotaagung ditangkap tim Detasmen Khusus (Densus) 88 Antiteror, sebagai terduga teroris.

"Terus terang saya terheran-heran campur kaget, mendengar kabar ada warga Kotaagung ditangkap Densus 88 Antiteror. Heran saja, karena warga Kotaagung selama ini dikenal damai," katanya, Minggu (11/02/2018).

Sementara Yusvaindra, salah seorang tokoh agama Kotaagung menduga seseorang terlibat dalam aksi teror dan bom bunuh diri akhir-akhir ini akibat dangkalnya seseorang memahami ajaran agama. Dan para pelaku umumnya salah dalam memahami ajaran agama.

?"Terorisme itu tumbuh dari kelompok masyarakat yang salah dalam memahami ajaran agama, sehingga dari pemahaman yang salah itu melahirkan sikap radikal," katanya.

Sekedar diketahui, jenazah Muhammad Jefri (32), warga Kapuran, Kelurahan Pasarmadang,  Kecamatan Kotaagung, Tanggamus, terduga anggota jaringan teroris kelompok Ali Hamka, yang diduga terlibat teror Makasar dan bom Thamrin, dimakamkan di kampung halamannya di TPU Kapuran, Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (09/02/2018) pagi sekitar pukul 6.00 WIB.

Pemakaman jenazah Muhammad Jefri, terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Cipancuh, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (07/02/2018) lalu itu dilakukan secara diam-diam dan hanya dihadiri keluarga dekat saja.

Bahkan usai pemakaman, tak ada satupun keluarga dan tetangga terduga teroris ini yang mau berbicara kepada wartawan. Mereka memilih diam dan enggan meladeni pertanyaan wartawan atau siapapun.

Jenazah Jefri tiba di kampung halamannya tersebut, Sabtu (10/02/2018) sekitar pukul 4.00 subuh setelah sebelumnya dijemput keluarga di Pelabuhan Merak, Banten. Dan sekitar pukul 6.00 Wib, jenazah Jefri langsung dimakamkan.

Berita tewasnya Jefri yang disebut-sebut terduga anggota jaringan teroris kelompok Ali Hamka, yang diduga terlibat teror disejumlah wilayah Indonesia, seperti Kabupaten Ciamis, Makasar dan bom Thamrin itu mengagetkan warga perkampungan nelayan Kapuran.

Warga Kapuran yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan itu sangat kaget dan gempar mendengar kabar jika salah seorang warganya menjadi teroris, dan selama ini menjadi target Tim Densus 88 Antiteror.

"Terus terang berita ini sangat mengagetkan dan membuat gempar. Masa dari sini (Kapuran)  ada yang jadi teroris. Ini sungguh sulit dipercaya," kata Mat, salah seorang tetangga orangtua Jefri.

Menurutnya, sesungguhnya Jefri bukan asli dari Kapuran, tetapi dia dari Dusun Way Tuba, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus. "Dia itu tinggalnya di Way Tuba, kalau rumah yang disini (Kapuran) itu rumah orangtuanya. Si Jefri ini jarang pulang ke rumah orangtuanya karena dia menikah sama orang Indramayu, Jawa Barat," terangnya.

Seingatnya, kata dia, Jefri ini  sudah lama merantau keluar daerah, dan akhirnya menikah dengan Ardila, asal Indramayu, Jawa Barat.

"Memang tadi malam (Jumat, 09/02/2018) saya mendengar kabar jika keluarga Jefri ini berangkat mau menjemput jenazah Jefri di Merak, katanya dia meninggal karena sakit, ga taunya abis ditangkap Densus 88, katanya anggota teroris," kata dia.

Sebelumnya, Detasmen Khusus (Densus) 88 Antiteror  menangkap dua orang terduga teroris, M. Jefri (32) dan istrinya Ardila (18) di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Cipancuh, Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (07/02/2018) lalu.

Terduga teroris tersebut diduga merupakan jaringan dari Binaan Ali Hamka (Narapidana Teroris LP Cipinang) dan turut serta dalam kegiatan kelompok teroris di Indonesia.

Sementara berdasarkan laman Pojokbandung.com, Muhammad Jefri bersama LRR (19) warga Jalan Gunung Laya RT 001/RW 001 Desa Klayang, Kecamatan Gunung Jati, pernah ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri, di sebuah rumah kontrakan milik Diding di Dusun Jatirasa RT 01/RW 06 Desa Cikampek timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang,  pada hari Jumat, 12 Februari 2016  malam.

Kedua orang terduga kelompok pedagang kebab Ar-Royah ini merupakan hasil pengembangan dan penangkapan terduga teroris di Kabupaten Ciamis beberapa hari lalu. (Sayuti)

Editor :