• Jumat, 20 Mei 2022

Harga Turun Drastis, Petani Mantang Terancam Gulung Tikar

Rabu, 07 Februari 2018 - 10.48 WIB
115

Kupastuntas.co, Tanggamus – Sejumlah petani di Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, mengeluhkan turunnya harga ubi (mantang) di wilayah setempat, sehingga petani merasa sangat dirugikan.

Beberapa petani mantang di Pekon Talangrejo, Kecamatan Kotaagung Timur, yang sedang memanen dan menjual ubi mantang, Selasa  (6/2/2018), mengatakan, sampai saat ini harga mantang masih di harga Rp1.800/Kg, jauh dibandingkan dari harga jual sebelumnya yang mencapai Rp2.500/Kg.  Kondisi ini dirasa sangat merugikan petani.

“Kalau harga mantang masih murah, jangankan untung, kembali modal saja sudah lumayan. Keadaan ini sangat memberatkan kami, terlebih kami hanya mengandalkan dari menanam mantang,” kata Yono  (49), salah seorang petani ubi mantang di  Pekon Talangrejo.

Menurutnya, jika harga ubi mantang terus mengalami penurunan, dipastikan semua petani  mantang akan gulung tikar. Karena, untuk modal pengolahan lahan, perawatan, pemupukan sampai panen bisa mencapai Rp4 sampai Rp6 juta per hektar, dengan harga Rp1.800/Kg. “Idealnya harga mantang Rp2.500/Kg. Kalau hanya segitu cukup balik modal saja,” kata dia.

Senada dengan itu, Purnomo (37), petani mantang di Pekon Umbul Buah, Kecamatan Kotaagung Timur, mengaku, dengan anjloknya harga jual ubi mantang di tingkat petani itu berdampak pada kehidupan para petani itu sendiri. Dimana, penghasilan dari menanam ubi mantang tidak bisa mencukupi kehidupan sehari-hari.

“Memang benar bibit tidak beli, tetapi mulai mengolah tanah sampai pupuk itu dapet ngutang. Harapan panen kali ini bisa bayar utang malah tambah utang baru,” keluhnya.

Untuk itu, para petani ubi mantang berharap Pemkab Tanggamus mencari solusi bagi kehidupan para petani yang kian sulit ini. “Kehidupan kami ini ibarat pepatah sudah jatuh ketimpa tangga ditambah nyungsep lagi ke parit. Untuk sekedar makan saja susahnya minta ampun,” kata  Mulyono (47), petani mantang di Pekon Tanjung Anom. (Sayuti)

Editor :